Masih Ada Waktu untuk Rasakan Kenikmatan Berhubungan Seks Sebelum Imsak

Oleh Aditya Eka Prawira pada 01 Jun 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 01 Jun 2019, 19:00 WIB
Hubungan Seks Hubungan Intim
Perbesar
Ilustrasi Berhubungan Seks (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Puasa selama 30 hari tidak seharusnya diikuti dengan 'puasa' berhubungan seks. Orang yang sedang berpuasa pun bisa melakukan aktivitas menyenangkan ini di waktu-waktu yang memang dianjurkan.

Termasuk bagi Anda dan pasangan yang menyukai berhubungan seks di pagi hari. Yang pada bulan Ramadan bisa dilakukan sebelum atau sesudah sahur, tentu saja sebelum imsak.

Manfaat Berhubungan Seks di Sebelum Imsak

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, seks pada pagi hari dapat membuat Anda merasa lebih nyaman, menurunkan kadar stres, sekaligus memperbaiki suasana hati.

Saat bercinta, tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin (cuddling hormone) yang dampaknya positif.

“Anda merasa lebih dicintai pasangan dan itu bisa membuat Anda lebih bahagia dan semangat dalam menjalani hari,” ungkap dr. Fiona.

Selain itu, ada pula studi yang melaporkan bahwa seks pada pagi hari dapat meningkatkan kadar IgA, yakni antibodi yang melindungi tubuh dari infeksi. Bahkan, aktivitas menggairahkan tersebut dapat pula menurunkan risiko tekanan darah tinggi serta serangan jantung di masa mendaptang.

 

2 dari 3 halaman

Berhubungan Seks Sebelum Sahur

Bagi pasangan suami istri menikmati seks saat bulan puasa memang sering jadi halangan. Tapi Anda bisa mengakalinya dengan tips di bawah ini:

1. Beri batasan hanya 15 menit

Siapa bilang “deadline” dalam hubungan seks tidak menyenangkan? Seks kilat, disebut juga quickie, adalah seks yang dilakukan dengan cepat karena keterbatasan waktu (dan tempat). Banyak sekali yang menganggap quickie sebagai seks yang menantang, sehingga dapat meningkatkan gairah.

Setelah selesai sahur, Anda bisa quickie dengan pasangan. Anda disarankan melakukannya di kamar tidur, atau lebih baik lagi di kamar mandi agar bisa langsung membersihkan diri setelahnya.

Seks kilat biasanya mengesampingkan foreplay. Namun, pastikan vagina tidak kering saat ingin penetrasi. Karenanya, lubrikan bisa menjadi andalan.

3 dari 3 halaman

Lakukan di Dapur

2. Atau lakukan foreplay sambil menyiapkan atau makan sahur

Banyak yang menganggap foreplay adalah bagian terpenting dalam tahapan seks. Jika tak mau melewatkannya, Anda bisa melakukan foreplay sebelum dan saat makan sahur. Misalnya suami bisa menggoda, menyentuh, memeluk, dan mencium istri saat ia sedang menyiapkan makan. Jika ini berhasil, Anda tak lagi butuh lubrikan.

3. Sekalian saja quickie di dapur!

Jika selama ini Anda dan pasangan selalu bercinta di kamar, jadikan momen Ramadan sebagai waktu untuk mengeksplorasi tempat bercinta baru. Misalnya di dapur atau ruang makan.

Seks kilat di kasur atau sofa justru tidak disarankan karena tidak memberi stimulasi tambahan. Akan beda halnya jika Anda bercinta di dapur atau di ruang makan. Lingkungan di sekitarnya bisa membuat adrenalin bisa meningkat, sehingga seks kilat akan terasa lebih menantang.

4. Pakai pakaian yang longgar

Jika Anda cuma punya waktu 15 menit, pastikan Anda mengenakan pakaian yang mudah dibuka kalau tak mau waktu habis untuk melepaskan pakaian bertali yang rumit. Pakailah pakaian longgar yang tidak membatasi ruang gerak, misalnya atasan nyaman (tanpa bawahan), atasan nyaman dan rok longgar, jika perlu kenakan lingerie yang memang dirancang khusus untuk tujuan intim.

Tertarik untuk mencoba seks kilat? Jika ya, komunikasikan ini dengan pasangan. Jangan sampai hanya satu pihak saja yang berkenan. Jika kedua pasangan setuju, sesingkat apa pun waktu yang dimiliki tentu akan terasa menantang dan menambah keintiman. Perhatikan timing waktu agar tidak terlambat untuk membersihkan diri dan melanjutkan ibadah. Selamat mencoba, dan ingat, jangan lama-lama, ya!

Penulis : Ayu Maharani / Klik Dokter

Lanjutkan Membaca ↓