Alasan Puluhan Anak Terseret dalam Kerusuhan 22 Mei 2019

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 27 Mei 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 27 Mei 2019, 18:00 WIB
Massa Perusuh di Slipi Lempari Polisi dengan Batu

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya-tanya alasan puluhan anak-anak usia belasan tahun ikut serta dalam kerusuhan buntut aksi 22 Mei 2019. Menurut keterangan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Kanya Eka Santi, sebagian dari mereka mengaku ikut-ikutan. 

"Dari assessment (pemeriksaan) tahap awal, anak-anak itu mengaku ikut-ikutan aksi, diajak teman. Ada juga yang diminta buat memegang batu lalu disuruh melempar batu juga," ujar Kanya dalam konferensi pers di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Senin (27/5/2019).

Namun, Kanya mengatakan perlu pendalaman lebih lanjut terkait alasan mereka terlibat kerusuhan pada 22 Mei 2019. Seperti pendalaman soal siapa yang menyuruh anak buat melempar batu; apakah sebelumnya ada koordinasi atau spontan melempar batu.

 

 

KPAI bersama Kementerian Sosial RI menggelar konferensi pers terkait keterlibatan anak dalam kerusuhan pada 22 Mei lalu. (Foto: Fitri Haryanti/Liputan6.com
KPAI bersama Kementerian Sosial RI menggelar konferensi pers terkait keterlibatan anak dalam kerusuhan pada 22 Mei lalu. (Foto: Fitri Haryanti/Liputan6.com

Saat ini, ada 52 anak yang terlibat dalam kerusahan pada aksi 22 Mei 2009 yang berada di rumah aman Kementerian Sosial. Berhubung proses pemeriksaan masih terjadi, mereka belum dikategorikan termasuk sebagai korban, pelaku, atau saksi.

"Sampai saat ini, kami belum bisa mengkategorikan (anak-anak) yang mana korban, pelaku, dan saksi," lanjut Kanya.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap meniliki pada aspek fisik dan psikologis anak. "Anak-anak ini usianya antara 14-17 tahun. Mereka kan rata-rata masih sekolah. Dan sesuai usia, mereka masih tidak stabil," tambah Kanya.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait