Kemenkes: Daripada Mubazir, Makanan Berlebih Bisa Jadi Sarana Saling Berbagi

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 10 Mei 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2019, 15:18 WIB
Keutamaan Puasa Ramadan

Liputan6.com, Jakarta Seringkali di saat buka puasa, banyak makanan yang tersisa. Daripada dibuang-buang atau 'terpaksa' mengonsumsi makanan berlebih, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyarankan masyarakat untuk saling berbagi dengan mereka yang lebih membutuhkan.

Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes mencontohkan kejadian yang sering ditemui ketika berbuka. Seringkali, ketika buka puasa, banyak makanan yang disediakan tetapi tidak dimakan semuanya.

"Ada gorengan, ada kolak, ada es buah, kalau sedang lapar mata semuanya ingin dikumpulkan. Apakah dimakan semuanya? Kan tidak," kata Kartini dalam temu media di gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta pada Jumat (10/5/2019).

Dalam sebuah keluarga misalnya, para orangtua lebih memilih untuk menghabiskan makanan sisa keluarganya. Mengonsumsi makanan berlebihan seperti ini malah membuat berat badan jelang akhir bulan Ramadan.

"Atau seringkali sebelum sahur, makanan buka belum dimakan. Dapat makanan juga belum dimakan. Makan terus. Akibatnya yang tidak perlu kita makan, yang perlu seperti sayur dan buah malah kelupaan karena kita makan hanya dengan karbohidrat, gula yang tinggi, yang sebetulnya tidak baik," kata Kartini mengingatkan.

 

2 of 4

Saling Berbagi

Kata Buka Puasa
Buka Puasa / Sumber: iStockphoto

Karena itu, masyarakat diminta untuk makan secukupnya saat sahur atau berbuka. Apabila ada makanan berlebih, baiknya diberikan pada mereka yang lebih membutuhkan.

"Kalau dibuang kan mubazir, padahal banyak orang yang belum dapat makan dan kita bisa saling berbagi," kata Kartini.

Kemenkes juga meminta agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebugaran selama bulan puasa. Salah satunya dengan mengisi diri asupan gizi seimbang dan energi yang cukup.

 

3 of 4

Panduan Agar Energi Tercukupi di Bulan Puasa

Kata Buka Puasa
Buka Puasa / Sumber: iStockphoto

Panduan Kemenkes dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo memiliki anjuran pola makan untuk pembagian energi dalam sehari selama bulan puasa.

Keduanya merekomendasikan bahwa saat berbuka puasa, isi tubuh dengan 50 persen dari kebutuhan energi. Sebelum salat Maghrib bisa diisi dengan makanan ringan atau segar, setelah salat Maghrib bisa mengonsumsi makanan padat, lengkap, dan seimbang.

Sementara setelah salah Tarawih, isi tubuh dengan 10 persen kebutuhan energi yang bisa didapat dari makanan ringan. Di saat sahur, Anda membutuhkan 40 persen dari kebutuhan energi. Untuk itu, isi dalam bentuk makanan yang padat, lengkap, dan seimbang.

4 of 4

Saksikan juga video menarik berikut ini

Lanjutkan Membaca ↓