Alami Gejala Hipoglikemia, Boleh Batalkan Puasa

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 11 Mei 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2019, 18:13 WIB
Ilustrasi Tubuh Lemas (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Ketika seseorang mengalami gejala hipoglikemia (gula darah rendah), boleh buat membatalkan puasa. Bahkan harus segera konsumsi makanan manis atau minum gula.

Orang yang mengalami hipoglikemia, kadar gula darah berkisar di bawah 70 mg/dl. Dokter spesialis penyakit dalam Sidartawan Soegondo menyampaikan, gejala hipoglikemia bisa datang 1-2 jam sebelum buka puasa tiba.

"Gejala hipoglikemia bisa terjadi 1-2 jam sebelum Magrib. Gejalanya mudah lapar, mual, jantung berdebar-debar. Kalau sudah begitu, boleh untuk membatalkan puasa," jelas Sidarta dalam acara diskusi "Diabetes dan Ramadan" di Roemah Kuliner, Metropole XXI, Jakarta, ditulis Jumat (10/5/2019).

Ia menyampaikan agar seseorang tidak memaksakan diri saat gejala hipoglikemia terjadi. Jika tidak langsung diberi makanan atau minuman manis, maka orang yang bersangkutan bisa pingsan.

"Kalau pun misalnya, tinggal 10 menit lagi nih Magrib. Ya, tetap jangan ditahan. Batalkan saja puasa. Jika tidak, nanti Anda akan pingsan," lanjut Sidarta.

2 of 3

Otak kekurangan glukosa

Ilustrasi Otak
Otak kekurangan glukosa. (iStockPhoto)

Pertolongan pertama pada orang yang terkena gejala hipoglikemia memang minum minuman manis (bergula). Ini untuk mengembalikan kadar gula darah yang rendah.

"Gejala hipoglikemia juga keringat dingin, yang bisa membuat orang pingsan. Ini karena efek hipoglikemia itu otak kekurangan glukosa. Begitu minum minuman bergula, gula asli ya bukan gula buatan (pemanis buatan). Tubuh akan kembali normal," Sidarta menjelaskan.

Ada bahaya saat otak kekurangan glukosa. Kerusakan otak dapat terjadi, yang mana seseorang dapat mudah lupa.

"Makanya, jangan sampai hipoglikemia. Saat terjadi kerusakan otak, enggak akan bisa dipulihkan," ujarnya.

3 of 3

Simak video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓