Turki Belajar Kemandirian Indonesia dalam Membuat Vaksin

Oleh Benedikta Desideria pada 05 Mei 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 07 Mei 2019, 07:13 WIB
Delegasi Turki berkunjung ke PT Biofarma Bandung. (Foto: Kemenkes RI)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Kesehatan Turki, Emine Alp Mese, melakukan kunjungan kerja ke Bandung dan Jakarta untuk melihat dan belajar dari Indonesia soal kemandirian dalam pembuatan vaksin. Harapannya, nanti Turki bisa memulai kemandirian produksi vaksin di negaranya.

Perihal vaksin, delegasi Turki melakukan kunjungan ke PT Biofarma pada Kamis, 2 Mei 2019 di Bandung, Jawa Barat. PT Biofarma saat ini dipercaya sebagai sebagai Centre of Excellence for Vaccine Development Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan yang diterima Liputan6.com, Minggu (5/5/2019).

Selain itu, delegasi Turki juga melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Engko Sosialine Magdalene. Dalam pertemuan ini membahas soal Memorandum of Understanding (MoU) on Health Cooperation.

Kedua negara sepakat untuk melakukan kerja sama pada bidang pelayanan kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Di bidang kefarmasian kerja sama juga dilakukan terkait vaksin dan alat kesehatan. Juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta penelitian dan pengembangan kesehatan masyarakat.

Di kesempatan tersebut Engko menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kesehatan dengan Turki. Ia juga berharap agar MoU tersebut dapat ditandatangani Menteri Kesehatan kedua negara disela-sela pertemuan Mejelis Kesehatan Dunia yang akan diselenggarakan di Jenewa, Swiss pada Mei ini.

 

2 of 2

Bahas Rencana Kerja Bersama

Delegasi Turki menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI yang diwakili  Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Engko Sosialine Magdalene. (Foto: Kementerian Kesehatan)
Delegasi Turki menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI yang diwakili Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Engko Sosialine Magdalene. (Foto: Kementerian Kesehatan)

Bahas Rencana Kerja BersamaSetelah melakukan pembahasan MoU, kedua pihak juga berhasil menyusun dan membahas Rencana Kerja Bersama. Di dalamnya mengelaborasi beberapa aktivitas konkret yang akan dilakukan oleh kedua pihak sebagai bentuk implementasi MoU, diantaranya :

1. Kegiatan pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penggunaan obat yang bijak (khususnya dalam memerangi resistensi antibiotik), data uji klinis dan pharmacovigilance, dan pelaksanaan uji klinis alat kesehatan

2. Kerja sama riset, pengembangan, dan produksi vaksin

3. Pelaksanaan latihan bersama dalam rangka pengembangan kapasitas Emergency Medical Team (EMT)

4. Pelaksanaan kegiatan bersama untuk mempromosikan pengobatan tradisional dan komplementer dari kedua negara.

PT Biofarma pun siap mengambil bagian dalam mendukung kerja sama bidang kesehatan dengan Turki. Diantaranya melalui kerja sama akan ada alih pengetahuan melalui pemberian pelatihan, kegiatan penelitian gabungan, maupun melalui kegiatan kerja sama pengembangan kapasitas lainnya.

”Saya senang jika juga dapat mengambil manfaat dari kerja sama yang dibangun oleh Indonesia dengan Turki dalam bidang kesehatan,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Biofarma, Adriansjah Azhari.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait