Dugaan Penyebab Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak Lakukan Kekerasan

Oleh Benedikta Desideria pada 10 Apr 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:00 WIB
Bullying Penindasan dan Kekerasan

Liputan6.com, Jakarta Perundungan yang mengarah pada kekerasan fisik yang diduga dilakukan sekelompok siswa SMA terhadap siswa SMP ABZ di Pontianak, Kalimantan Barat membuat banyak pihak kaget. Diduga, tindakan kekerasan yang dilakukan secara berkelompok terhadap satu orang yang lebih muda membuat banyak orang memepertanyakan alasan di baliknya.

Menurut psikolog anak Astrid Wen, perlu dilakukan penyelidikan dari pihak berwajib untuk mengetahui alasan di balik tindakan kekerasan masing-masing pelaku terkait kasus #JusticeforAudrey yang viral di media sosial.

"Perlu dicari tahu oleh penyelidik kepada pelaku yang membuat mereka sepertinya bertingkah laku benar," kata Astrid saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (10/4/2019).

Astrid tidak melakukan pemeriksaan langsung terhadap para pelaku, sehingga tidak mengetahui faktor yang membuat pelaku bertindak kasar kepada korban. Namun, ada beberapa kemungkinan yang membuat mereka marah sampai melampiaskan dalam bentuk tindakan kekerasan. 

2 of 4

Salah Satunya, Terbiasa dengan Kekerasan

Kekerasan Seksual
Ilustrasi/copyright shutterstock

Pertama, kemungkinan karena mereka berada di lingkungan yang biasa dengan kekerasan. Termasuk, para pelaku ini biasa mendapatkan kekerasan.

"Bisa jadi hal itu dilakukan karena kekerasan itu sudah jadi mindset mereka, seperti memukul orang yang lemah atau melakukan balas dendam itu hal biasa," kata Astrid.

Bisa juga tindakan kekerasan dilakukan karena pelaku memiliki sifat sulit untuk melihat sudut pandang dari sisi yang lain.

Kemungkinan lainnya, mungkin salah satu dari 12 orang yang mengeroyok siswi Au memiliki bawaan agresi yang tinggi. "Mungkin, yang lain tidak seperti itu," kata Astrid.

3 of 4

Awal Kasus

Justice for Audrey
Justice for Audrey (Foto: Twitter)

Dilaporkan Liputan6.com sebelumnya, korban ABZ dan orangtuanya baru melaporkan peristiwa ini satu minggu setelah kejadian berlangsung, seperti diungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli.

"Setelah diterima pengaduan, selanjutnya dilakukan visum, dan baru kemarin kami menarik perkara ini dari Polsek Selatan untuk dilimpahkan ke Polresta Pontianak guna penanganan lebih lanjut," jelas dia.

Sementara hingga kini, polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku pengeroyokan. Kata Husni pihaknya masih melengkapi saksi-saksi dan sedang berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengetahui rekam medis korban.

 

4 of 4

Saksikan Juga Video Menarik Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓