Donor Ginjal Antar Orang dengan HIV Berakhir Sukses

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 06 Apr 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 06 Apr 2019, 06:15 WIB
Ilustrasi Ginjal

Liputan6.com, Jakarta Pertama kali di dunia prosedur donor ginjal antar orang dengan HIV dilakukan. Transplantasi ini dilakukan oleh para ahli bedah di Johns Hopkins Hospital, Amerika Serikat pada Senin, 25 Maret 2019.

Mengutip Science Alert pada Sabtu (6/4/2019), pendonor Nina Martinez (35) memberikan ginjalnya pada seorang pasien yang tidak ingin disebutkan namanya. Nantinya, penerima ini tidak akan melakukan lagi dialisis ginjal.

Sebelum operasi, Martinez mengatakan bahwa selama ini orang-orang menganggap bahwa pasien HIV adalah pembawa kematian. Namun, dia juga menunjukkan bahwa orang hidup dengan HIV sesungguhnya bisa sehat seperti orang lain.

"Saya tidak tahu lagi cara untuk menunjukkan cara bahwa orang seperti saya bisa memberikan kehidupan." 

"Seseorang membutuhkan ginjal itu, meskipun ini adalah ginjal dengan HIV. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa saya sama seperti orang lain," ujar wanita yang terkena virus tersebut akibat transfusi darah di masa kecil.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

'Berteman' dengan HIV

HIV/AIDS
Ilustrasi donor ginjal pada penderita HIV (iStockphoto)

Dorrey Segev, salah satu dokter yang melakukan prosedur ini mengatakan, operasi tersebut tidak berbeda dengan donor lainnya. Dia menambahkan, HIV di tubuh Martinez sangat terkontrol dengan baik oleh pengobatan antiretroviral.

"Ini bukan hanya perayaan karena transplantasi, tetapi juga dalam perawatan HIV," kata Segev seperti dikutip dari Kaiser Health News.

Pasca operasi, kondisi perempuan itu normal. Viral load-nya juga tidak terdeteksi. Christine Durand, profesor kedokteran yang ikut mengevaluasinya menyatakan bahwa sistem kekebalannya normal.

Martinez menceritakan bahwa dirinya terinspirasi salah satu episode serial "Grey's Anatomy" tahun 2014, di mana penulisnya menciptakan kisah tentang transplantasi dari pasien yang positif HIV. Ketika temannya yang juga pasien HIV membutuhkan ginjal, dia menjadi terinspirasi dan serius untuk melakukannya. Sayangnya, temannya saat itu meninggal sebelum menerima transplantasi.

Pada 2013, regulasi setempat telah memperbolehkan orang dengan HIV/AIDS melakukan donor. Namun, organnya terbatas pada ginjal dan hati.

Lanjutkan Membaca ↓