Layani Santri dan Masyarakat, Poskestren di Ponpes Cipasung Butuh Fasilitas Tambahan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 28 Mar 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 28 Mar 2019, 14:00 WIB
Poskestren di Pondok Pesantren Cipasung

Liputan6.com, Tasikmalaya Kehadiran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat sangat membantu para santri ketika mengalami masalah kesehatan. 

"Alhamdulillah, Poskestren di tempat kami saat ini sangat maju, lancar, karena juga dokternya banyak yang dari keluarga jadi tidak mengambil dari luar," kata pengurus Pondok Pesantren Cipasung Ubaidillah saat ditemui di Tasikmalaya, Jawa Barat, ditulis Kamis (28/3/2019).

Ubaidillah mengatakan, walaupun begitu, fasilitas kesehatan yang ada masih terbilang sangat dasar dan sederhana. Selain itu, tempat yang ada juga kurang luas sehingga terkadang para santri harus mengantre.

"Poskestren kami itu tempatnya kecil, berdesak-desakan, yang sakit 25 orang tempat nunggunya 10 orang. Jadi, sebagian yang sakit sambil menunggu, jalan-jalan lihat tukang cilok," kata Ubaidillah sembari berseloroh, kepada Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek serta Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang hadir dalam puncak peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 pada Rabu kemarin.

"Kami tidak meminta hanya memimpikan warganya hidup sehat," kata Ubaidillah menambahkan dalam sambutannya.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Butuh Lebih Banyak Obat-obatan dan Alat Kesehatan

Pengurus Pesantren KH. Ubaidillah Ruhiat bersama Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek
Pengurus Pesantren KH. Ubaidillah Ruhiat (tengah) bersama Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek ketika meninjau layanan Poskestren Cipasung pada Rabu (28/3) (Giovani Dio Prasasti/Liputan6.com)

Ditemui secara terpisah, selain tempat yang kurang luas, Ubaidillah juga memiliki harapan agar nantinya ada pelayanan yang lebih lengkap di Poskestren Cipasung. Misalnya ditambah peralatan serta obat-obatan.

"Obat-obatan sama alat-alat kesehatan, masih memerlukan sekali," ujarnya kepada Health Liputan6.com.

Ubaidillah juga mengatakan bahwa Poskestren yang sudah ada sejak tiga tahun lalu juga membolehkan masyarakat di sekitar untuk memeriksakan dirinya di fasilitas kesehatan tersebut. Bahkan, beberapa dari mereka juga mendapatkan pelayanan secara gratis.

Ubaidillah mengatakan bahwa untuk mencegah penularan penyakit di pondok pesantren, para santri diajarkan untuk terus menjaga kebersihan. Selain itu, pihaknya juga mengadakan secara rutin pemeriksaan oleh dokter.

"Ada pemeriksaan dari kesehatan setiap bulan ada pada para santri," kata Ubaidillah.

Menurutnya, santri punya peran untuk mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Yang paling utama adalah dengan menerapakan pola hidup bersih yang dilakukan dari diri mereka sendiri.

Lanjutkan Membaca ↓