Efek Cuaca Dingin Ekstrem pada Jantung Seperti dalam Film Arctic

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 27 Mar 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 27 Mar 2019, 11:00 WIB
Pegunungan Es Antartika
Perbesar
Pandangan udara kondisi pegunungan es di Semenanjung Antartika (3/11). Berbagai riset mengatakan fenomena ini disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti emisi dari gas rumah kaca. (Mario Tama/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Dalam trailer tayangan Arctic, penonton akan disuguhkan perjuangan sang pemeran film, yang dibintangi Mads Mikkelsen bertahan hidup di tengah cuaca dingin ekstrem. 

Jelang penayangan film ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A Damay menyampaikan efek cuaca dingin ekstrem pada jantung dan pembuluh darah.

“Hati-hati bagi seseorang yang sudah memiliki masalah jantung sebelumnya. Karena perubahan cuaca menjadi dingin menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Pembuluh darah cenderung mengecil sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung,” papar Vito melalui pesan singkat kepada Health Liputan6.com, Selasa, (26/3/2019).

Padahal, aliran darah ke otot jantung mengantarkan oksigen dan nutrisi bagi sel-sel otot, yang akan berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Bagi seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah jantung, cuaca dingin dapat memicu serangan jantung.

“Nah, kondisi itu dapat terjadi pada musim dingin di negara Eropa. Bayangkan, bila cuaca dingin ekstrem seperti di antartika yang terlihat pada film Arctic," lanjut Vito.                                             

Jantung akan memompa darah lebih banyak untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil sehingga detak jantung semain cepat. Tekanan darah pun akan meningkat.

 

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Pembuluh darah menguncup

Gigit jari kuku
Perbesar
Aliran darah pada ujung jari berkurang. (iStockphoto)

Cuaca dingin ekstrem juga berdampak pada pembuluh darah. Pembuluh darah akan menguncup atau dikenal dengan istilah vasokonstriksi. Kondisi ini demi menjaga kehangatan pada inti badan di bagian dada dan kepala, yang mana menyebabkan aliran darah akan berkurang pada ujung-ujung jari.

“Hal itu meningkatkan tekanan darah sehingga tubuh secara alami berusaha mengurangi tekanan dengan mengurangi volume darah melalui urine (buang air kecil). Itulah sebabnya, kalau kedinginan seseorang akan merasa ingin kencing,” ujar Vito yang sehari-hari berpraktik di Siloam Hospital Lippo Village, Karawaci.

Pada perokok yang pembuluh darahnya sudah mengalami peradangan. Kondisi kuncup pembuluh darah di ujung jari menimbulkan kebiruan hingga kematian sel. Sel terlihat seperti membusuk.

Penyempitan pembuluh darah

Ilustrasi Kaki
Perbesar
Aliran darah ke jari kaki juga berkurang. (iStock)

Bagi seseorang yang punya riwayat penyakit tertentu, misalnya penderita penyakit autoimun. Ujung-ujung jari bisa lebih cepat membiru. Pada kondisi penyakit yang relatif jarang, yaitu ‘Raynaud’s disease', suatu kondisi yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jari-jari tangan, jari kaki, telinga, dan ujung hidung.

Kondisi ini biasanya terjadi karena paparan suhu dingin. Cuaca dingin dapat menyebabkan reaksi berlebihan berupa penyempitan pembuluh darah pada ujung jari secara mendadak. 

“Penyempitan pembuluh darah ini terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam. Film Arctic benar-benar menggambarkan dengan baik, apa yang menjadi kesulitan manusia terdampar di benua antartika. Secara khusus, mengambarkan efek pada tubuh bila menghadapi cuaca dingin yang ekstrem,” tambah Vito.

Lanjutkan Membaca ↓