Bisikkan Pesan Positif pada Bayi, Cek Manfaatnya

Oleh Babyologist pada 24 Mar 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2019, 06:15 WIB
Ibu dan bayi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Saat mendengar kata "sounding", mungkin banyak dari Sahabat Liputan6.com yang belum mengenal atau memahaminya. Namun, rupanya hal ini bermanfaat besar, seperti yang diungkap oleh Mommy Nurul Rismayanti dari Babyologist berikut ini.

Mendengar kata "sounding" mungkin untuk beberapa ibu terdengar aneh termasuk saya, tapi tahukah Moms, menurut beberapa buku yang saya baca, bahwa sounding memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan seseorang. Sounding sendiri adalah mengatakan hal yang sama secara berulang. Hal yang sama di sini maksudnya adalah kata-kata positif dengan tujuan kata-kata tersebut tertanam dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Mengapa harus pikiran bawah sadar? Karena percaya atau tidak perilaku seseorang dikendalikan oleh 88% pikiran bawah sadar dan hanya 12% pikiran sadar. Maka jika kita ingin merubah perilaku seseorang, cobalah untuk melakukan sounding.

Selain bermanfaat bagi diri sendiri, sounding juga bermanfaat bagi orang orang di sekitar kita contohnya suami, mertua, anak, dan lain-lain. Tapi kali ini saya tidak akan membahas sounding terhadap suami atau pun mertua, karena sampai saat ini saya belum pernah mencoba dan membuktikannya sendiri. Dan yang akan saya bahas di sini adalah sounding terhadap anak/bayi.

Apa saja sih manfaat sounding bagi anak/bayi?

  • Membuat anak/bayi tidur pulas
  • Mengubah kebiasaan anak/bayi yang sering ngenyot jempol atau sebagainya
  • Mengatasi anak/bayi yang rewel (dalam hal apapun)Mengatasi anak/bayi yang sering tantrum
  • Menyapih anak dan masih banyak lagi

Nah, pengalaman saya melakukan sounding pada bayi, dimulai beberapa minggu lalu. Jadi pada saat itu entah kenapa bayi saya yang baru berusia 5 bulan tiba-tiba sering rewel jika saya tinggal. Bahkan jika saya pergi ke toilet sebentar pun dia sering teriak-teriak/nangis.

Bagi saya yang sehari-hari hanya tinggal berdua saja dengan bayi saya, agak sedikit merepotkan jika ingin sekedar ke toilet. Lalu saya baca mengenai sounding, dan saya tertarik untuk mencoba melakukan sounding terhadap bayi saya. Sounding ini harus dilakukan pada saat pikiran bawah sadar seseorang aktif.

Nah kapan pikiran bawah sadar itu aktif?

Jawabannya adalah saat seseorang tidur tetapi belum pulas, hal ini bisa dilihat saat seseorang tidur dan kita melakukan sounding, jika seseorang tersebut masih bereaksi, berarti pikiran bawah sadarnya sedang aktif. Bisa juga saat seseorang sedang fokus terhadap sesuatu dan tidak menghiraukan perkataan kita, maka seseorang tersebut sedang berada di dalam pikiran bawah sadarnya.

Semakin dia tidak menyadari perkataan kita, maka semakin dia masuk di pikiran bawah sadarnya. Nah, pada saat itulah kita bisa membisikkan kata-kata positif ke telinganya (sounding).

Mengapa harus kata-kata yang positif?

Karena sounding sendiri kan tujuannya untuk mengubah perilaku buruk seseorang agar menjadi baik, jadi jika kita melakukan sounding dengan kata-kata yang negatif maka perilaku seseorang akan semakin buruk. Karena kata-kata negatif tersebut akan tertanam di dalam pikiran bawah sadarnya.

Oke, balik lagi ke pengalaman saya, jadi pada saat itu saya mulai sounding saat bayi saya tidur tetapi belum pulas. Kata-kata yang saya bisikkan ke telinganya saat itu adalah "dedek sayaang, dedek ini anak pinter, anak sholeh. Kalau anak pinter dan soleh enggak suka rewel kalo ibu tinggal sebentar ke toilet, dedek sabar yaa tunggu ibu, jangan nangis jangan teriak-teriak, nanti selesai ke toilet ibu balik lagi, kita main sama-sama lagi yaa."

Itu saya lakukan secara berulang-ulang sampai bayi saya tidur pulas. Setelah bayi saya pulas, saya berhenti melakukan sounding. Karena sounding tidak bisa dilakukan saat seseorang sedang tidur pulas. Selain saat tidur, waktu itu saya juga melakukan sounding saat bayi saya sedang fokus memperhatikan mainannya.

Setelah 2x melakukan sounding saya coba tes, saya tinggal bayi saya ke toilet, dan ajaib sekali, tidak terdengar suara tangisan. Lalu saya coba cek dan ternyata bayi saya sedang anteng main-main sendiri sambil nunggu saya kembali dari toilet.

Senang sekali saya bisa berhasil melakukan sounding pada bayi saya. Sampai sekarang bayi saya tidak pernah rewel lagi jika saya tinggal ke toilet. Dan sounding ini akhirnya saya lakukan juga untuk mengatasi perilaku-perilaku kurang baik bayi saya yang lainnya dan mungkin akan saya jadikan rutinitas.

Jika ingin berhasil melakukan sounding, maka kuncinya adalah harus dilakukanlah secara konsisten.

Semoga bermanfaat.