Waspadai Penyakit Lyme, Penyakit Langka yang Diderita Avril Lavigne

Oleh Muhammad Fahrur Safi'i pada 20 Mar 2019, 16:50 WIB
Diperbarui 22 Mar 2019, 16:13 WIB
Penyakit Lyme

Liputan6.com, Jakarta Avril Lavigne adalah artis asal Kanada yang tenar pada tahun 2000-an dan populer saat itu. Penyanyi aliran pop rock asal Kanada ini pernah dikabarkan sedang berjuang melawan penyakit lyme disease. Lyme disease yang telah diidap sejak 2012 lalu membuat Avril Lavigne harus terbaring di tempat tidurnya selama berbulan-bulan. Kini, Avril Lavigne menyatakan bahwa ia menerima kondisinya saat ini dan masih berjuang untuk sembuh.

Penyakit lyme adalah salah satu jenis penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara (vektor) berupa kutu. Penyakit ini diberi nama Lyme dari kata Old Lyme, suatu kota di Connecticut di mana kasus ini pertama kali ditemukan. Penyakit ini disebabkan oleh Borrelia burgdoferi, bakteri dari golongan Spirochetes, dan disebarkan secara luas oleh kutu Ixodes scapularis. Kutu tersebut umumnya menghisap darah burung, hewan peliharaan, hewan liar, dan juga manusia.

Ketika seseorang digigit oleh kutu kaki hitam, bakteri yang ada di dalamnya akan langsung menyebar ke seluruh organ tubuh. Mulai dari sistem saraf, otot, sendi, bahkan hingga jantung.

Umumnya, untuk bisa menularkan bakteri penyebab penyakit lyme, kutu harus menempel pada kulit selama 36 sampai 48 jam. Hingga saat ini belum ada bukti bahwa penyakit infeksi ini bisa menular dari manusia ke manusia. Berikut ulasan penyakit lyme yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (20/3/2019).

2 dari 4 halaman

Gejala Penyakit Lyme

Gejala penyakit lyme akan muncul sekitar 3 sampai 30 hari setelah digigit kutu kaki hitam. Gejala awal yang paling mudah dikenali adalah timbul kemerahan dan peradangan pada kulit yang lama-kelamaan menyebar.

Bagi orang yang mengalami penyakit lyme, tidak merasakan sakit atau gatal pada area kulit yang ruam. Namun ruam kulit yang disebabkan oleh penyakit lyme ini memiliki bentuk yang khas, yaitu terlihat menyebar tapi memudar di bagian tengah, seperti bentuk target sasaran.

Namun, ada banyak gejala awal yang bisa Anda kenali ketika terkena infeksi bakteri penyebab penyakit lyme ini. Berikut gejala awalnya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Leher kaku
  • Kelelahan
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening

Sementara, gejala lanjutan yang dapat terjadi yaitu:

  • Ruam muncul pada bagian lain tubuh dan lebih jelas terlihat
  • Rasa sakit semakin parah, meliputi sakit kepala, sakit pada leher dan sendi
  • Kehilangan kendali pada ekspresi wajah (facial palsy)
  • Bengkak pada sendi yang menyerupai arthritis
  • Radang pada hati (hepatitis)
  • Radang pada mata
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Sesak napas
  • Radang pada otak dan saraf tulang belakang
  • Masalah dengan memori jangka pendek.
3 dari 4 halaman

Penyebab Penyakit Lyme

Penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia sp. Terdapat empat spesies bakteri yang dapat menyebabkan penyakit Lyme pada manusia, yaitu Borrelia burgderfori, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii.

Bakteri Borrelia ditularkan melalui perantara kutu, sering kali melalui kutu genus Ixodes sp. Atau pada beberapa kasus, melalui kutu Ambylomma sp. Kutu jenis Ixodes merupakan kutu yang memiliki kemampuan mengisap darah sebagai makanan, baik darah manusia maupun darah hewan. Bakteri Borrelia biasanya ditularkan oleh kutu Ixodes.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terkena penyakit Lyme, antara lain adalah:

1. Sering beraktivitas di area berumput

Kutu pembawa penyakit Lyme seringkali tinggal di daerah berumput. Selain hidup di kulit rusa, kutu pembawa penyakit ini juga dapat hidup di kulit tikus dan hewan pengerat lainnya.

2. Tidak membersihkan badan dari kutu

Sering beraktivitas di area berumput dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terhinggapi kutu dan terjangkit penyakit Lyme. Meskipun sering beraktivitas di daerah berumput, seseorang yang rutin membersihkan kulit dari hinggapan kutu dapat terhindar dari penyakit Lyme.

3. Berpakaian terbuka

Kutu dapat hinggap dengan mudah pada kulit. Oleh karena itu dengan berpakaian terbuka, seseorang dapat lebih mudah terhinggapi kutu dan terkena penyakit Lyme.

4 dari 4 halaman

Pencegahan Penyakit Lyme

Pencegahan penyakit Lyme bisa dilakukan lewat langkah sederhana. Cara yang paling efektif adalah dengan menghindari tempat-tempat yang mungkin menjadi habitat dari kutu penyebar penyakit Lyme. Misalnya semak belukar atau rerumputan.

Ada pula langkah-langkah sederhana lain yang bisa kita lakukan, seperti:

  1. Menggunakan pakaian tertutup, terutama saat beraktivitas di tempat yang berumput.
  2. Memeriksa diri sendiri, keluarga, dan hewan peliharaan, serta membuang kutu yang hinggap di kulit (bila ada) setelah beraktivitas di daerah berumput
  3. Cara membuangnya adalah dengan mengangkat kutu dari kulit secara perlahan pada bagian kepalanya menggunakan pinset. Jangan memencet maupun menepuk kutu tersebut
  4. Gunakan antiseptik langsung pada daerah yang dihinggapi kutu setelah kutu dibuang dari kulit
  5. Menggunakan krim antiserangga untuk kulit pada saat beraktivitas di daerah berumput
  6. Krim ini dapat digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak untuk menghindari hinggapnya kutu penyebar penyakit Lyme.
Lanjutkan Membaca ↓