Terlambat 2 Menit, Pria Yunani Selamat dari Insiden Ethiopian Airlines

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 12 Mar 2019, 06:00 WIB
Ethiopian Airlines

Liputan6.com, Ethiopia Kemarahan seorang pria Yunani yang tidak dapat naik Ethiopian Airlines ET 302 berbuah rasa syukur. Antonis Mavropoulos menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dari tragedi jatuhnya pesawat pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 pada Minggu, 10 Maret 2019.

Ia seharusnya terbang dari Bandara Internasional Bole di Ibu Kota Ethiopia dengan pesawat Ethiopian Airlines. Namun, karena Antonis terlambat dua menit setelah pintu keberangkatan ditutup, ia tak diizinkan masuk pesawat.

"Aku marah karena tidak ada yang membantu untuk mencapai gerbang keberangkatan tepat waktu," kata Antonis Mavropoulos dalam unggahan Facebook berjudul "My Lucky Day" yang mana ia mengunggah foto tiket penerbangan yang menggunakan Ethiopian Airlines.

"Ini pertama kalinya, aku sangat senang menulis postingan. Aku bersyukur hidup. Bahwa aku punya banyak teman yang membuatku merasakan cinta mereka," tulisnya, dikutip dari SBS, Senin, 11 Maret 2019.

Antonis, yang menjabat sebagai Direktur International Solid Waste Association akan melakukan perjalanan ke Nairobi untuk menghadiri pertemuan tahunan UN Environment Programme, menurut Athens News Agency.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 of 2

Sempat ditanya petugas bandara

Pesawat Ethiopian Airlines (AFP/Jenny Vaughan)
Antonis seharusnya naik Ethiopian Airlines. (AFP/Jenny Vaughan)

Dalam keterangan di laman Facebook pribadinya, Antonis mengungkapkan, petugas bandara membawanya ke kantor polisi bandara. Petugas menyampaikan, kepada dirinya untuk tidak protes karena gagal terbang.

Tetapi berdoa kepada Tuhan karena Antonis adalah satu-satunya penumpang yang tidak naik ke penerbangan ET 302 yang jatuh.

Pada awalnya, otoritas bandara menanyai Antonis karena ia adalah satu-satunya penumpang yang memesan penerbangan tapi malah tidak naik pesawat.

"Mereka bilang, mereka tidak bisa membiarkanku pergi sebelum mengecek identitasku, alasan aku belum naik pesawat dan lain-lain," Antonis melanjutkan.

Rencananya pesawat terbang menuju Nairobi, Kenya. Kemudian pesawat kehilangan kontak pukul 08.44 waktu setempat setelah lepas landas pada pukul 08.38 dari Bandara Internasional Bole di Ibu Kota Ethiopia.

 

Lanjutkan Membaca ↓