Pola Asuh Over Protektif Bahaya buat Anak

Oleh Aditya Eka Prawira pada 12 Mar 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 13 Mar 2019, 15:13 WIB
Anak menangis mogok sekolah (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Kata-kata seperti jangan atau tidak boleh yang sering ibu dan ayah lontarkan, ternyata tak baik untuk perkembangan anak.

Dokter spesialis anak konsultan dari Kemang Medical Care (KMC), Alinda Rubiati, mengingatkan, perilaku di atas menandakan pola asuh over protektif. Ini bahaya karena bikin si Kecil menjadi seorang anak yang tidak punya rasa percaya diri, sehingga takut melakukan sesuatu.

"Sampai bicara pun dia akan mikir," kata Alinda di hadapan para orangtua yang hadir pada HUT Satu Dekade RSIA Kemang Medical Care pada Minggu, 10 Maret 2019.

Buang jauh-jauh sifat melarang, apalagi dengan alasan takut si Kecil kenapa-kenapa. Bila ayah dan ibu menginginkan buah hati memiliki perkembangan yang baik, dan kelak punya inisiatif yang besar, jangan mengeluarkan kata-kata negatif.

"Seorang anak itu tidak bisa diomongin. Tidak bisa dikasih tahu. Kalau disuruh, malah kebalikan dari apa yang orangtua mau," kata Alinda.

"Dikasih tahu malah menjadi-jadi, istilahnya," Alinda menekankan.

 

2 of 2

Jalin komunikasi biar anak mengerti

20151116-Ilustrasi Kedekatan Orang Tua dan Anak
Ilustrasi Kedekatan Orang Tua dan Anak (iStockphoto)

Sebaiknya jalinlah komunikasi yang baik antara ibu dan ayah. Sebagai contoh, jika takut si Kecil diam-diam bermain api, orangtua bisa sedikit bersandiwara untuk memberitahu dampak dari kegiatan berbahaya tersebut.

"Bermain sandiwaralah sedikit," ujarnya.

"(Ibu pura-puranya berkata kepada ayah) si itu kemarin api, jadinya luka karena terbakar. Sudah, cukup, tidak usah panjang-panjang," katanya.

Orangtua tidak perlu sampai langsung menasehati anak akan bahayanya bermain api, karena dia tidak bakal mengerti.

"Pandai-pandai berkomunikasi tanpa instruksi langsung kepada anak," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait