Daftar Korban Tragedi Ethiopian Airlines Jatuh, Salah Satunya WNI

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 11 Mar 2019, 14:30 WIB
Staff PBB asal Indonesia jadi Korban Ethiopian Airlines

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 157 orang dari 35 kewarganegaraan tewas dalam tragedi kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET 302. Pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 rencananya terbang menuju Nairobi, Kenya. 157 orang yang berada dalam pesawat nahas itu terdiri dari 149 penumpang dan 8 awak kabin.

Pesawat kehilangan kontak pukul 08.44 waktu setempat setelah lepas landas pada pukul 08.38 dari Bandara Internasional Bole di Ibu Kota Ethiopia pada Minggu, 10 Maret 2019.

Melansir The Globe and Mail, ada beberapa nama korban yang sudah dikonfirmasi berdasarkan kewarganegaraannya. Di antara korban tersebut, ada satu warga negara Indonesia (WNI) yang turut tewas. 

Indonesia

Kedutaan Besar Indonesia di Roma, Italia sebelumnya menyatakan, satu WNI berjenis kelamin perempuan yang tinggal di Roma dan bekerja di World Food Program (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi korban.

Kabar tersebut dibenarkan Direktur Eksekutif WFP, David Beasley dalam rilis. WNI yang menjadi staf WFP atas nama Harina Hafitz. Ia menyatakan, staf WFP yang menjadi korban pesawat tersebut sebanyak tujuh orang.

Beasley juga menyampaikan, pihaknya telah menghubungi seluruh keluarga staf WFP yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Kami akan melakukan semua yang dimungkinkan secara manusiawi untuk membantu keluarga korban," katanya.

Slovakia

Seorang anggota Parlemen Slovakia menyampaikan, istri, anak perempuan, dan anak laki-lakinya tewas dalam kecelakaan tragis Ethiopian Airlines. Anton Hrnko, legislator Partai Nasional Slovakia sangat sedih atas kematian istrinya, Blanka, kedua anaknya yakni Martin dan Michala. Mereka pergi ke Kenya untuk liburan.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 of 4

Kenya

Lokasi jatuhnya maskapai Ethiopian Airlines (AFP)
Lokasi jatuhnya maskapai Ethiopian Airlines (AFP)

Kenya

Pejabat sepakbola terkemuka Kenya, Hussein Swaleh diyakini termasuk korban tragis pesawat Ethiopian Airlines. Swaleh, mantan sekretaris jenderal federasi sepakbola Kenya dijadwalkan pulang ke rumah setelah bekerja sebagai komisaris pertandingan dalam Liga Champions Afrika di Mesir pada Jumat, 8 Maret 2019. 

Mwendwa berkicau di Twitter: "Hari yang menyedihkan untuk sepakbola (Kenya)." Swaleh adalah salah satu dari 32 warga Kenya dalam penerbangan itu.

Cedric Asiavugwa, mahasiswa hukum di Universitas Georgetown di Washington, D.C. sedang dalam perjalanan ke Nairobi setelah kematian ibu mertuanya, menurut pernyataan universitas itu.

Asiavugwa, mahasiswa tahun ketiga di sekolah hukum, lahir dan besar di Mombasa, Kenya. Sebelum datang ke Georgetown, ia bekerja dengan kelompok-kelompok yang membantu para pengungsi di Zimbabwe, Kenya, Uganda dan Tanzania. Di Georgetown, Asiavugwa mempelajari bisnis internasional dan hukum ekonomi.

Ethiopia

Fana Broadcasting yang berafiliasi dengan negara Ethiopia melaporkan, jumlah korban asal Ethiopia dalam kecelakaan pesawat sebanyak 18 orang.

Kelompok bantuan Save the Children menyatakan, seorang rekan Ethiopia bernama Tamirat Mulu Demessie tewas dalam kecelakaan itu. Ia bertugas untuk bidang perlindungan anak dalam teknis darurat.

Ia bekerja tanpa lelah untuk memastikan keamanan anak-anak yang rentan selama krisis kemanusiaan.

3 of 4

Italia

Yusron Fahmi/Liputan6.com
Beberapa korban dari jatuhnya Ethiopian Airlines. (The Guardian).

Italia

Kelompok bantuan Italia yang bermitra dengan UNICEF di Afrika utara menyatakan, salah satu pendiri kelompok tersebut bernama Paolo Dieci, termasuk di antara korban tewas dalam kecelakaan Ethiopian Airlines.

Committee for the Development of Peoples (CISP) dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, dunia kerja sama internasional telah kehilangan salah satu pendukungnya yang paling cemerlang. UNICEF Italia mengirim kicauan belasungkawa atas kematian Dieci di Twitter. 

Sebastiano Tusa yang bekerja di Italian Culture Ministry sedang dalam perjalanan ke Nairobi ketika pesawat itu jatuh. Dalam sebuah tweet, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte merespons, kejadian itu adalah hari yang menyakitkan bagi semua orang.  

WFP mengkonfirmasikan, dua korban kewarganegaraan Italia yang bekerja pada WFP di Roma bernama Virginia Chimenti dan Maria Pilar Buzzetti turut tewas.

Tiga orang Italia lainnya yang bekerja untuk agen kemanusiaan yang berbasis di Bergamo, Afrika Tremila meiputi Carlo Spini beserta istrinya, Gabriella Viggiani serta Matteo Ravasio.

Rusia

Kedutaan Besar Rusia di Ethiopia mengatakan, maskapai itu telah mengidentifikasi tiga orang warga negara Rusia jadi korban tewas. Ketiganya bernama Yekaterina Polyakova, Alexander Polyakov, dan Sergei Vyalikov. 

Laporan berita mengidentifikasi, Yekaterina Polyakova dan Alexander Polyakov merupakan pasangan suami istri. Mereka akan berlibur ke Kenya.

Serbia

Kementerian Luar Negeri Serbia mengkonfirmasi seorang warga negaranya ikut masuk dalam daftar korban tewas, tetapi pihaknya tidak memberikan rincian informasi. Media lokal mengidentifikasi pria itu bernama Djordje Vdovic yang berusia 54 tahun. Harian Vecernje Novosti melaporkan, ia bekerja di WFP.

4 of 4

Prancis

Ethiopian Airlines. Foto:AFP/ISSOUF SANOGO
Korban jatuhnya Ethiopian Airlines yang dikonfirmasi. Foto:AFP/ISSOUF SANOGO

Perancis

Sebuah kelompok yang mewakili anggota diaspora Afrika di Eropa African Diaspora Youth Forum berduka atas kehilangan stafnya bernama Karim Saafi.

“Senyum Karim, kepribadiannya yang menawan dan dermawan, dan kontribusinya dalam keterlibatan diaspora untuk pembangunan sosial-ekonomi Afrika tidak akan pernah dilupakan,” tulis African Diaspora Youth Forum dalam laman Facebook.

Irlandia

Perdana Menteri Leo Varadkar telah mengidentifikasi, orang Irlandia yang meninggal dalam penerbangan Ethiopian Airlines sebagai insinyur Michael Ryan.

"Michael sedang melakukan pekerjaan untuk WFP," katanya dalam kicauan di Twitter.

Nigeria

Kementerian Luar Negeri Nigeria mengatakan, pensiunan Duta Besar Nigeria Abiodun Oluremi Bashu meninggal. Bashu lahir di Ibadan pada 1951 dan bergabung dengan Dinas Luar Negeri Nigeria pada tahun 1976. 

Dia telah bekerja di Headquarters and Foreign Missions, seperti Wina, Austria, Abidjan, Pantai Gading dan Teheran, Iran. Ia juga menjabat sebagai sekretaris Conference of Parties of the United Nations Framework Convention untuk acara Climate Change.

Norwegia

Palang Merah Norwegia membenarkan, Karoline Aadland, petugas keuangan, termasuk korban tewas dalam penerbangan Ethiopian Airlines. Aadland (28), berasal dari Bergen, Norwegia. Palang Merah Norwegia menyatakan, ia bepergian ke Nairobi untuk sebuah pertemuan.

Lanjutkan Membaca ↓