Pil KB Bikin Wanita Tidak Peka pada Emosi Orang Lain, Benarkah?

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 18 Feb 2019, 21:00 WIB
Ilustrasi Pil KB (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Pil KB seringkali memiliki efek samping bagi perempuan. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan dampak lain dari pemakaian kontrasepsi tersebut, yang terkait dengan efek psikologis.

Dilansir dari Bustle pada Selasa (19/2/2019), ilmuwan di University of Greifswald, Jerman menemukan bahwa pil kontrasepsi bisa mempengaruhi perempuan dalam membaca emosi orang lain. Sebanyak 95 wanita usia 18 hingga 35 mengambil bagian dari studi ini dengan 42 dari mereka memakai pil KB.

Setiap peserta diberikan serangkaian gambar bagian mata dari orang-orang. Mereka diminta menggambarkan emosi yang diperlihatkan visual tersebut. Para peserta ini diberi empat daftar emosi untuk dipilih dan hanya satu yang benar.

Penulis utama Dr. Alexander Lischke mengataakn bahwa beberapa emosi tersebut antara lain: kesombongan dan penghinaan yang dibuat lebih rumit untuk melihat apakah pil ini memiliki efek yang tidak terlihat terhadap pengenalan emosi.

Temuan menunjukkan bahwa pil KB memang memperlihatkan sedikit rendahnya akurasi yang tidak terlalu terlihat. Secara menyeluruh, para wanita yang menggunakan pil kontrasepsi sekitar 10 persen lebih buruk dalam mengenali emosi yang dihadapkan pada mereka.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 of 2

Perubahan yang tidak terlihat

Ilustrasi Pil KB (iStockphoto)
Ilustrasi Pil KB (iStockphoto)

Para peneliti mengklaim bahwa selama ini, meskipun telah digunakan secara luas, sangat sedikit yang mengetahui tentang efek pil KB terhadap emosi, kognisi dan perilaku.

"Temuan kebetulan ini menunjukkan bahwa (kontrasepsi oral) merusak kemampuan untuk mengenali ekspresi emosional orang lain yang mungkin memiliki konsekuensi serius dalam konteks interpersonal," kata Lischke pada Grazia.

Ditambahkan, fase siklus mentruasi tidak mempengaruhi kemampuan para wanita mengenali emosi. Penelitian yang akan dilakukan selanjutnya adalah bagaimana faktor-faktor lain seperti jenis obat dan waktu penggunaan masi harus dilihat lebih lanjut sebelum kesimpulan yang lebih besar dibuat.

Lischke mengatakan, hal tersebut tidak perlu membuat kekhawatiran karena perubahannya terbilang "halus". Selain itu, perubahan ini disebut karena variasi siklik kadar estrogen dan progesteron yang diketahui mempengaruhi pengenalan emosi dan aktivitas serta koneksi di wilayah otak yang terkait.

"Karena kontrasepsi bekerja dengan menekan kadar estrogen dan progesteron, masuk akal bahwa kontrasepsi oral juga mempengaruhi pengenalan emosi wanita. Namun, mekanisme yang tepat dan mendasari perubahan yang disebabkan oleh kontrasepsi oral dalam pengenalan emosi perempuan masih harus dijelaskan," kata Lischke memperjelas.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by