Sapaan Gaia Suntikkan Semangat Kesembuhan untuk Ani Yudhoyono

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 18 Feb 2019, 15:00 WIB
Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta Melihat cucu-cucunya tumbuh dan menjadi orang sukses adalah motivasi Ani Yudhoyono untuk sembuh dari kanker darah. Hal itu diungkap oleh putra pertamanya, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam sebuah wawancara khusus dengan Liputan6.com.

Dalam unggahan terbarunya di media sosial Instagram, Ani Yudhoyono juga menyatakan bahwa kehadiran cucu-cucu memang menjadi pemicu semangatnya. Meski terpisah jarak, sapaan hangat sang cucu melalui sambungan video call sudah cukup memompakan kebahagiaan bagi istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Senangnya pagi-pagi dapat video call dari cucu yang mulai memanggil "Memo...". Gaia mengangkat tangan berdoa untuk kesembuhan Memo. Hati bahagia, insya Allah bisa mempercepat kesembuhan," tulis Ani Yudhoyono dalam keterangan foto yang diunggahnya Senin (18/2) sekitar pukul 11.00 WIB di akun Instagram @aniyudhoyono.

 

Pada salah satu dari tiga foto dan sebuah video yang diunggah, tampak SBY, Edhie Baskoro Yuhoyono (Ibas), dan putri bungsu Ibas, Gaia, tengah berinteraksi lewat video call dengan Ani Yudhoyono yang menjalani pengobatan di National University Hospital, Singapura. Dalam video yang khusus dibuat untuk Ani Yudhoyono juga terlihat Gaia yang digendong oleh SBY melambaikan tangan ke arah kamera.

"Divideo-in buat Memo, nih. Tangannya dadah," ujar sosok pria perekam video yang diduga adalah Ibas. 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera, 5 Tewas
2 of 2

Pentingnya dukungan keluarga

Selain pengobatan medis, kehadiran keluarga yang menyemangati juga menjadi faktor penting bagi kesembuhan pasien kanker. Ini karena dukungan keluarga mampu mengurangi stres yang mendera para pasien, sehingga mampu menghadapi dan mengatasi kanker dengan lebih baik.

"Orang-orang yang memiliki dukungan sosial yang kuat, teman, dan keluarga yang baik cenderung mengatasinya dengan lebih baik," ujar onkologis Harold J. Burstein dari Dana Farber Cancer Institute, Boston, AS.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓