Kala Ibu Sakit, Perlukah Setop ASI?

Oleh Babyologist pada 17 Feb 2019, 18:00 WIB
Ibu Menyusui (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Ada ungkapan bahwa seorang ibu pantang sakit. Ini karena jika ibu sakit, maka tak ada sosok yang akan mampu mengurus keluarga. Dan bagi para ibu yang tengah menyusui, kondisi sakit diyakini bisa mempengaruhi kesehatan buah hati. Benarkah begitu? Simak penjelasan Mommy Kristiani Chen dari Babyologist berikut ini.

Saat sakit tukak lambung beberapa minggu lalu, gejala yang saya alami adalah diare dan muntah. Banyak yang menyarankan saya untuk stop memberikan ASI pada Celine, katanya nanti Celine bisa ikutan diare dan muntah. Karena khawatir, saya tanyakan hal ini pada dokter yang menangani saya. Katanya tidak apa-apa lanjut memberikan ASI walaupun belum sembuh, tidak akan menular ke anak.

Merasa kurang puas dengan jawaban dokter, saya mencari referensi tambahan. Menurut dr. Ruth Lawrence, "Hanya penyakit HIV dan HTLV-1 yang memiliki kontraindikasi absolut untuk menyusui." Menurut konsultan laktasi internasional – Kelly Bonyata, selama sakit yang diderita merupakan penyakit sepele seperti pilek, sakit tenggorokan, flu, demam, sakit perut dan mastitis, maka tidak masalah untuk tetap menyusui.

Kelly juga menyatakan bahwa sakit yang diderita pada saluran cerna (muntah, diare, keram perut, dan sebagainya) tidak akan menular ke bayi melalui ASI. Organisasi Menyusui Internasional – La Leche League, menyatakan bahwa umumnya bayi telah tertular penyakit sebelum ibu menunjukkan gejala dan menyadari dirinya sakit. Sehingga tidak perlu berhenti menyusui. Menyusui ketika sakit bahkan memberi perlindungan lebih pada bayi karena ASI mengandung antibodi.

American Academy of Pediatrics menyatakan, sebagian besar penyakit yang menyerang ibu menyusui bukanlah indikasi untuk berhenti menyusui. Namun setiap kasus perlu dievaluasi secara khusus.

Bagaimana Faktanya?

Saya tetap memberikan ASI walaupun terus-terusan muntah dan diare, dan Celine sehat-sehat saja, tidak ada masalah. Memang ASI selama sakit drop banget, tapi saya tetap lanjut pumping sesuai jadwal. Setelah sembuh, supply ASI saya balik lagi seperti semula.

Konsultan laktasi internasional – Rene Fisher menyatakan, berhenti atau melewatkan sesi menyusui/pumping ketika sakit akan mengurangi supply ASI dan akan sulit kembali seperti semula, lain halnya dengan supply yang berkurang karena dehidrasi dan obat, di mana supply akan kembali seperti semula ketika ibu sudah sehat/berhenti mengonsumsi obat.

Jangan lupa memberitahu dokter bahwa Moms masih menyusui agar diberikan obat yang sesuai.

 

Semoga bermanfaat.