Perangi Sel Kanker, Pasien dan Keluarga Harus Saling Dukung

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 14 Feb 2019, 13:00 WIB
Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta Pasien kanker seperti mantan ibu negara Ani Yudhoyono tidak hanya sekadar membutuhkan perawatan secara medis, melainkan juga dukungan semangat dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Beruntunglah, Ani Yudhoyono dikelilingi oleh keluarga yang hangat seperti sang suami Susilo Bambang Yudhoyono, putra-putranya, hingga cucu-cucunya. Bagi pasien kanker, dukungan seperti ini penting bagi mereka.

"Diagnosis kanker menambah banyak stres pada kehidupan seseorang," kata onkologis di Dana-Farber Cancer Institute di Boston, Amerika Serikat, Harold J. Burstein seperti dilansir dari Webmd pada Kamis (14/2/2019).

"Orang-orang yang memiliki dukungan sosial yang kuat, teman dan keluarga yang baik, cenderung mengatasinya dengan lebih baik," tambah Burstein.

Bagi penderita kanker, berikut ini beberapa tips agar keluarga dan teman mampu memberikan dukungan yang baik.

1. Jangan takut meminta bantuan

Seringkali, orang merasa ragu untuk meminta bantuan teman atau keluarga. Namun, dengan perawatan yang Anda alami, jangan segan untuk meminta bantuan dari mereka.

 

2 of 4

Meminta bantuan dari keluarga

Ani Yudhoyono
Dua menantunya, Annisa Pohan dan Alya Rajasa, terlihat menemani Ani Yudhoyono di rumah sakit. (dok. Instagram @aniyudhoyono/https://www.instagram.com/p/BtfpQe7B1dP/Asnida Riani)

2. Membangun tim

Jangan mengandalkan satu orang ketika seorang pasien kanker membutuhkan bantuan. Mintalah dari beberapa orang. Hal ini juga menghindari pasien kanker merasa bersalah karena memaksakan terlalu banyak hal dan perasaan kewalahan pada satu orang.

Terri Ades dari American Cancer Society menyarankan agar keluarga atau teman secara terorganisir membantu pasien kanker membuat jadwal, mengerjakan berbagai hal, serta membuat perencanaan perawatan. Yang pasti, anggota keluarga terdekat adalah pihak yang harus terus berada di sisi pasien.

3. Membawa pasangan saat bertemu dokter

Teman atau anggota keluarga menawarkan dukungan emosional ketika pasien bertemu dengan dokter. Hal ini juga membantu ketika pasien melupakan detil atau pertanyaan.

"Sangat menyenangkan memiliki telinga kedua dalam pertemuan," kata ketua onkologi medis di Mayo Clinic di Rochester, New York, Jan C. Buckner.

4. Ketahui apa yang Anda butuhkan

Bagi para pasien sendiri, ketahuilah apa yang Anda butuhkan dari mereka. Jika tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, berikanlah petunjuk sehingga mereka tidak melakukan berbagai hal yang tidak Anda inginkan. Misalnya, apakah Anda butuh seseorang mengantarkan ke kemoterapi, atau sekadar mengawasi anak-anak.

 

3 of 4

Terbuka dengan anak-anak

Ani Yudhoyono
Ani Yudhoyono yang terngah terbaring sakit mendapatkan dukungan dan doa lekas sembuh dari keluarga. (dok. Instagram @annisayudhoyono/https://www.instagram.com/p/Btz6euBDVbl/Putu Elmira)

5. Bicara dengan anak-anak

Para pasien kanker yang memiliki anak haruslah terus berinteraksi dengan putra putri mereka. Ades mengatakan, ini adalah naluri orangtua untuk melindungi anak-anak mereka.

"Banyak yang tidak ingin memberi tahu anak-anak tentang diagnosis kankernya," kata Ades. Namun, ini adalah hal yang buruk karena mereka akan mencari tahu sendiri. Sehingga, lebih baik bicara dengan mereka tentang keadaan Anda, sehingga mereka bisa mengontrol dan mempelajarinya.

6. Menunjuk penanggung jawab

Buckner mengatakan agar para pasien tetap meminta satu orang menjadi seorang penanggung jawab terkait perawatan kesehatan jika mereka tidak mampu lagi mengurusnya. Namun, jangan menganggapnya sebagai pertanda buruk.

"Ini hanya tindakan pencegahan," kata Buckner menambahkan.

4 of 4

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓