Meghan Markle Lawan Salju dan Tulis Pesan di Pisang untuk Pekerja Seks

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 03 Feb 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 03 Feb 2019, 18:00 WIB
Meghan Markle

Liputan6.com, Jakarta Meghan Markle menuliskan sebuah pesan untuk para pekerja seks dalam sebuah kegiatan amal. Bukan di atas kertas, namun pada sebuah pisang.

Markle dan suaminya, Pangeran Harry mendatangi sebuah badan amal One25 di Bristol, Inggris. Duke dan Duchess of Sussex itu bahkan seakan tidak peduli pada cuaca bersalju yang banyak menghalangi kegiatan di wilayah itu.

Dilansir dari New York Post pada Minggu (3/2/2019), Meghan Markle dan badan amal itu memberikan paket perawatan kepada para pekerja seks. Beberapa di antaranya termasuk makanan, kondom, selimut, air panas, hingga nasehat dan dukungan untuk lepas dari pekerjaan mereka.

Para pekerja tersebut mengaktan, Markle memiliki sebuah ide unik ketika mereka sedang memasukkan barang-barang untuk dikirim. Dia bertanya apakah orang di sekitarnya memiliki sebuah spidol.

"Di masing-masing pisang, dia menulis penegasan, untuk membuat anak-anak ini merasa benar-benar, seperti, diberdayakan," kata seorang pekerja.

"Itu adalah ide yang luar biasa, gerakan kecil ini." 

 

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Tulisan di atas pisang

Meghan Markle
Meghan Markle mengunjungi Association of Commonwealth Universities (ACU) di London, Kamis (31/1). Tak lagi mengurai rambutnya ala messy hair seperti biasa, Meghan memilih menata rambutnya dengan model top-knot alias ballerina bun. (Yui Mok/Pool via AP)

Meghan menyatakan bahwa dia bertanggung jawab atas semua pesan di pisang tersebut. Beberapa diantaranya bertuliskan: "Kamu kuat", "Kamu dicintai", serta "Kamu istimewa."

Meghan Markle dikabarkan sempat berbincang dengan seorang mantan pekerja seks. Wanita itu memuji apa yang telah dilakukan Meghan Markle.

"Saya rasa mereka mungkin tidak akan memakannya. Saya pikir pisang itu akan ada di rumah sampai busuk, karena saya akan melakukan hal yang sama," ujar mantan pekerja seks 43 tahun itu yang dijuluki Sam.

Dia juga mengungkapkan betapa luar biasanya perjuangan mereka hanya demi melakukan kegiatan amal itu. Mereka bahkan rela berjuang mengatasi keterlambatan kereta api akibat salju yang menghalangi perjalanan.

"Ini benar-benar menghangatkan dan membuatmu berpikir bahwa para wanita ini tidak dilupakan dan diperhatikan."

Lanjutkan Membaca ↓