Tak Hanya Seusia Robby Tumewu, Stroke pun Berkawan dengan Orang Muda

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 14 Jan 2019, 09:34 WIB
robby-tumewu-130625a.jpg

Liputan6.com, Jakarta Indonesia baru saja kehilangan salah satu aktor yang pernah mewarnai jagat hiburan di tanah air. Pada Senin (14/1/2018), Robby Tumewu meninggal dunia.

Aktor Robby Tumewu sendiri dikabarkan sempat masuk rumah sakit karena penyakit stroke. Penyakit tersebut dilaporkan Kapanlagi.com menyerang Robby pada 2011. Bahkan di 2013, dia sempat terserang untuk kedua kalinya.

Stroke sendiri selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang menyerang di usia 50 ke atas. Namun, seiring berjalannya waktu, orang-orang yang masih muda juga rentan berisiko terkena stroke.

Mengutip tulisan Dr. Omar P. Haqqani dalam Midland Daily News, stroke bisa terjadi di usia berapa pun. Dari mereka yang anak-anak hingga dewasa muda, serta yang sudah berusia paruh baya.

"Hampir 800 ribu stroke dilaporkan setiap tahun," tulis Haqqani.

Bahkan, sebuah studi memperkirakan bahwa seperempat orang di dunia yang berumur di atas 25 tahun akan mengalami stroke dan membuat mereka lemah selama hidup. Namun, dikutip dari Webmd, tingkat ini mungkin bisa bervariasi dari satu negara ke negara lainnya.

"Temuan ini menunjukkan bahwa orang dewasa perlu memikirkan risiko kesehatan jangka panjang mereka termasuk stroke, di usia yang lebih muda," kata profesor ilmu metrik kesehatan di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat Dr. Gregory Roth.

 

2 of 2

Harus segera dibawa ke rumah sakit

robby-tumewu-stroke-130623b.jpg
Robby Tumewu dikabarkan meninggal dunia pada Senin dini hari (14/1/2019)

Stroke seperti yang dialami Robby Tumewu sendiri merupakan penyakit yang harus segera ditangani apabila seseorang mengalami gejalanya. Hal tersebut karena mereka memiliki waktu yang sangat sedikit. Jika tidak, akibatnya bisa fatal.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dr. Mursyid Bustami mengatakan, pasien yang terkena stroke harus segera dibawa ke rumah sakit kurang dari empat setengah jam. Itu pun apabila dia sudah mendapatkan obat terlebih dulu.

"Ada obat untuk bisa menghancurkan penyumbatan itu, kalau datangnya kurang dari empat setengah jam," ujarnya beberapa waktu yang lalu dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

"Tidak boleh ditunggu-tunggu. Waktu yang dimiliki hanya singkat sekali. Makin lama tertangani pasien itu, makin banyak bagian otak yang tidak mendapatkan nutrisi, makanan, oksigen, dan segala macam," kata Mursyid memaparkan.

Lanjutkan Membaca ↓