BAB di Toilet Duduk Jauh Lebih Mudah dengan Benda Ini

Oleh Benedikta Desideria pada 12 Jan 2019, 07:00 WIB
20160215- Ilustrasi Toilet-iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran alat modifikasi buang air besar (BAB) yang salah satu mereknya adalah Squatty Potty terbukti membantu sesi ke 'belakang' jadi lebih mudah. Tak perlu toilet jongkok, hanya dengan meletakkan benda mungil ini di depan toilet duduk, proses BAB jadi lebih mudah.

Pionir alat yang membantu BAB di toilet jongkok adalah Squatty Potty. Penduduk Barat sudah banyak membeli produk ini sehingga lutut mereka  berada di atas pinggul saat BAB. Para peneliti pun menilik manfaat produk tersebut.

Peneliti kemudian menganalisis kebiasaan BAB 52 penduduk di Ohio, Amerika Serikat. Peneliti kemudian merinci soal kebiasaan mengejan, darah dalam tinja, perasaan saat konstipasi ketika BAB di toilet duduk seperti dilansir Time, Jumat (11/1/2019).

Lalu, peneliti meminta partisipan BAB dengan Squatty Potty. Selama dua minggu, peneliti menganalisis pergerakan usus lalu menanyakan pengalaman para partisipan.

 

 

Salut, Bocah Cilik Bantu Ibu Kerja Kupas Bawang

Tutup Video
2 of 2

Pergerakan feses lebih cepat keluar

Ilustrasi BAB (iStock)
Ilustrasi BAB (iStock)

Hasilnya mengagumkan. Ternyata ada 90 persen partisipan yang merasa pergerakan usus saat BAB tidak terlalu tegang dan 71 persen pergerakan usus jadi lebih cepat.

Manfaat positif ini lebih banyak dirasakan pria yang kerap memiliki masalah BAB. Lebih dari setengah partisipan mengaku akan seterusnya menggunakan alat bantu BAB itu.

"Temuan ini menunjukkan bahwa berjongkok adalah cara paling ideal untuk BAB," kata Asisten Profesor Gastroenterology dari Ohio State University Wexner Medical Center and College of Medicine, Peter Stanich.

"Dari rektum ke anus ada semacam belokan. Dan dengan berjongkok membantu meluruskannya," kata Stanich.

Dari hasil ini, Stanich mengatakan benda semacam ini bukan hanya bermanfaat bagi orang yang sehat. Mereka dengan masalah sembelit kronis atau sindrom iritasi kronis, wasir, juga bisa menggunakannya.

"Namun, perlu penelitian lanjut untuk melihat dampaknya pada orang dengan masalah pencernaan yang kronis. Dan tentunya orang-orang dengan masaalh sembelit dan wasir harus berkonsultasi ke dokter," tuturnya.

 

Saksikan juga video menarik berikut

Lanjutkan Membaca ↓