Kunjungi Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda, BPOM Berikan Bantuan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 04 Jan 2019, 10:00 WIB
Tsunami Lampung Selatan

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana tsunami Selat Sunda. Selain itu, Kepala BPOM Penny K. Lukito juga mengunjungi langsung para korban di pengungsian pada Kamis (3/1/2019) lalu.

Dikutip dari siaran resmi di pom.go.id pada Jumat (4/1/2019), Penny menyambangi tiga titik posko pengungsian yang berada di daerah terdampak bencana di Banten. Dia didampingi oleh Deputi Penindakan, Kepala Balai Besar POM di Serang, Direktur Pengamanan, dan Direktur Penyidikan untuk menyerahkan bantuan di tiga tempat tersebut.

Ketiga tempat tersebut adalah posko GePPuk (Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan) di Daerah Karabohong, posko IAI di Desa Banyumekar, dan Desa Teluk di pesisir pantai yang terkena bencana langsung.

Di Posko pertama, Penny sempat menyapa dan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang mendominasi tempat tersebut. Terdapat 49 Kepala Keluarga dan 161 jiwa dengan beberapa anak usia sekolah dasar di pengungsian tersebut. BPOM juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan alat-alat tulis untuk 40 anak yang ada di posko. 

 

Simak juga video menarik berikut ini:

2 of 2

Pesan Kepala BPOM

Pengungsi Terdampak Tsunami Selat Sunda di Lapangan Tenis Indoor Kalianda
Ribuan pengungsi terdampak Tsunami Selat Sunda memadati Posko pengungsian Lapangan Tenis Indoor Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (28/12). Sebanyak 2.514 warga Pulau Sebesi berada di posko sejak 22 Desember. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Di posko kedua, IAI bekerjasama dengan CSR Kalbe Farma mengadakan pengobatan gratis. Di situ juga berdiri tenda BPOM yang diisi oleh para relawan untuk memberikan bantuan, serta sebagai dapur umum.

"Tetap bersabar dan jangan menyerah, tentu ada maksud lain di balik ujian yang menimpa," kata Penny berpesan sembari memberikan bantuan pada para pengungsi. Dia juga meminta agar warga menghubungi BPOM apabila membutuhkan bantuan.

"Dapat melewati sebuah ujian, menjadikan kita semakin kuat," ujar Penny kepada warga yang terletak di pesisir pantai desa Teluk.

Di provinsi Lampung sendiri, Balai Besar POM Bandar Lampung juga membuka Posko dapur umum di desa Cugung yang menyediakan 250 sampai 300 bungkus makanan siap saji yang dibagikan kepada para pengungsi.

Sebelumnya, pada Selasa (25/12) Deputi Bidang Penindakan BPOM RI, Hendri Siswadi bersama tim BBPOM di Serang berkoordinasi dengan Bupati Pandeglang untuk membuka Posko di lokasi pengungsian. Posko tersebut difungsikan sebagai dapur umum untuk memasak dan menyiapkan makan pagi, siang, dan malam bagi sekitar 250 orang Pengungsi di desa Banyumekar Kecamatan Labuan.

View this post on Instagram

Kepala BPOM, @pennyklukito menyambangi tiga titik posko pengungsian yang berada di daerah terdampak bencana, didampingi Deputi Penindakan, Kepala BBPOM di Serang, Direktur Pengamanan, dan Direktur Penyidikan menyerahkan bantuan di tiga titik tersebut, diantaranya posko GePPuk di daerah Karabohong, posko Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Desa Banyumekar, dan Desa Teluk pada pesisir pantai yang terkena bencana secara langsung. Di titik pertama, BPOM menuju lokasi posko Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK). Pada posko ini pengungsi didominasi oleh anak-anak usia Sekolah Dasar. Kepala BPOM menyapa dan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang berada di tempat ini. Di titik kedua yaitu Posko IAI di Desa Banyumekar, tenda BPOM berdiri disamping posko IAI. Sembari menyerahkan bantuan, Kepala BPOM RI memberikan semangat dan menguatkan para pengungsi. Destinasi ketiga adalah pesisir pantai Desa Teluk yang terkena bencana secara langsung. Tampak daerah para Nelayan yang hancur berantakan tak bersisa. Kepala BPOM bertemu dengan para korban untuk memberikan bantuan dan berdialog dengan mereka. #PrayForBanten #PrayForLampung #PrayForSelatSunda #BPOMPeduliBanten #BPOMPeduliLampung #BPOMPeduliSelatSunda

A post shared by BPOM RI (@bpom_ri) on

Lanjutkan Membaca ↓