Soal Resolusi Tahun Baru, Pria Cenderung Lebih Konsisten

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 30 Des 2018, 18:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2018, 18:00 WIB
FOTO: Sambut Tahun Baru, Kawasan Monas Dihiasi Kembang Api
Perbesar
Kembang api menghiasi malam pergantian tahun baru 2018 di kawasan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (1/1/2018). Monas menjadi salah satu lokasi pilihan Warga Jakarta untuk merayakan malam pergantian tahun. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Resolusi tahun baru menjadi sesuatu yang banyak dibuat di akhir tahun. Walaupun begitu, tidak semua orang bisa menyelesaikan, bahkan menjalankan harapan dan tujuan yang ditargetkan di tahun berikutnya.

Perusahaan yang bergerak di bidang DNA, 23andMe, membuat survei kepada 75 ribu pelanggan mereka. Para partisipan diberikan pertanyaan yaitu: "Apakah Anda menetapkan resolusi tahun baru tahun ini?" dan "Seberapa baik Anda bisa mengikuti resolusi tersebut?"

Dilansir dari Prevention pada Minggu (30/12/2018), dari peserta yang membuat resolusi, hanya 41 persen yang melaporkan bahwa mereka berhasil melakukannya. Selain itu, 24 persen wanita mengatakan bahwa mereka menetapkan resolusi tahun baru dan hanya 18 persen pria yang melakukannya. 

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pria lebih konsisten soal resolusi

Binaraga Kekar dan Berotot
Perbesar
Ilustrasi Foto Pria Kekar dan Berotot (iStockphoto)

Walaupun begitu, survei juga menemukan bahwa perempuan cenderung terus-menerus membuat resolusi dari tahun ke tahun. Sementara, para pria secara signifikan lebih baik dalam berpegang teguh pada tujuan mereka.

Studi tersebut menemukan, 51 persen pria memenuhi tujuan mereka. Sementara hanya 42,6 persen perempuan yang berhasil memenuhi tujuan mereka di tahun baru.

Para peneliti 23andMe sendiri mencari tahu apakah ada faktor genetik yang menyebabkan perbedaan tersebut. Namun, para peneliti belum dapat menemukannya karena ukuran sampel yang terbatas.

"Para ilmuwan kami akan terus mengirimkan pertanyaan kepada partisipan setiap musim semi dan semoga, seiring dengan bertambahnya ukuran sampel, kami akan mulai mendeteksi varian yang menarik," tulis perusahaan tersebut dalam sebuah blog.

23andMe sendiri menemukan dalam sebuah penelitiannya, apabila Anda memiliki kecenderungan genetik terhadap komposisi otot yang banyak terlihat di kalangat atlet, mungkin resolusi untuk bugar akan terlihat lebih konkret.

Lanjutkan Membaca ↓