Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Cara Mencegahnya

Oleh Septika Shidqiyyah pada 08 Des 2018, 10:49 WIB
Penyakit jantung (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang paling umum terjadi. Penyakit ini terjadi, ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Alhasil, jantung tak mendapatkan pasokan oksigen yang memadai. Penyakit jantung adalah penyakit nomor pertama penyebab kematian di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner). Hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll. yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah. Akibat lainnya juga dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Nah, berikut ini Sabtu (08/12/2018) Liputan6.com ulas lebih mendalam mengenai penyakit jantung koroner, mulai dari penyebab, gejala hingga cara mencegahnya.

Banyak orang terlambat sadar akan bahaya dan risiko penyakit jantung koroner ini. Sehingga penanganannya pun terlambat. Beberapa kondisi orang yang berisiko terkena penyakit jantung koroner adalah malas berolahraga, menu makanan tidak sehat seperti banyak lemak, kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi/darah tinggi, obesitas dan lainnya.

2 of 4

Jenis penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner sendiri terbagi dalam beberapa jenis. Pembagian ini sesuai dengan tingkat risiko dan penyebabnya. Jenis penyakit jantung koroner, yakni:

1. Angina, atau lebih dikenal dengan angin duduk

Ini terjadi akibat suplai darah terhambat atau terlalu lemah sehingga kinerja jantung menurun

2. Serangan jantung akibat berhenti berdetak

Ini biasanya diawali atau timbul komplikasi oleh beberapa penyebab, seperti gagal jantung dan syok kardiogenik karena otot jantung rusak permanen, lalu aritmia akibat detak jantung tidak normal (terlalu cepat bredetak) dan berisiko berhenti, serta jantung ruptur/retak akibat otot, dinding, atau katup jantung sudah retak.

Penyebab penyakit jantung koroner

Penimbunan lemak di dalam pembuluh darah ini dikenal dengan istilah aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. Berikut ini penyebab penyakit jantung koroner lainnya.

Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi

Kadar Kolesterol HDL rendah

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Merokok

Diabetes Mellitus

Kegemukan

Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga

Kurang olah raga

Stress

Menu makanan tidak sehat seperti banyak lemak

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang asin

3 of 4

Gejala penyakit jantung koroner

Waspada, Migrain Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung (LightField Studios/Shutterstock)
Waspada, Migrain Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung (LightField Studios/Shutterstock)

Mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang mematikan, maka sudah seharusnya setiap orang memahami beberapa gejala penyakit jantung koroner. Berikut ini gejala penyakit jantung koroner yang harus diwaspadai.

1. Rasa nyeri di dada yang tidak biasa

Tidak semua nyeri di dada adalah gejala penyakit jantung koroner, namun sudah sewajarnya setiap nyeri di dada harus ditangani secara serius. Rasa nyeri akibat serangan jantung ini cukup khas, yakni seolah dada mendapatkan tekanan beban yang berat dan biasanya nyeri menghilang saat istirahat. Jika kondisi sudah berat atau parah, rasa nyeri tersebut biasanya tidak akan berkurang atau hilang meski sudah beristirahat.

Selain pada dada, rasa nyerinya juga bisa menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Menurut American Heart Association, wanita cenderung melaporkan serangan jantung yang menyebabkan rasa sakit secara khusus di perut bagian bawah dan bagian bawah dada. Nyeri dada akibat angina juga dapat disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Sering pusing dan mudah lelah

Gejala penyakit jantung koroner lainnya adalah sering pusing dan mudah lelah. Pusing bisa jadi adalah efek dari fungsi jantung yang tidak normal. Biasanya pusing akibat jantung ini biasanya terasa berbeda dibanding rasa pusing pada umumnya. Sebab seringkali diikuti dengan perasaan mudah lelah akibat sirkulasi darah terganggu.

3. Keringat dingin dan mual

Munculnya keringat dingin dan mual juga bisa menjadi pertanda gejala penyakit jantung koroner. Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu keluarnya keringat berlebih dan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian muncul sebagai suatu sensasi yang sering dideskripsikan sebagai keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

4. Sesak napas

Jantung yang tidak berfungsi normal akan berimbas pada kelancaran pernapasan penderitanya, sehingga membuat Anda rentan mengalami sesak napas. Sesak napas gejala penyakit jantung biasanya mungkin terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

4 of 4

Cara mencegah penyakit jantung koroner

[Bintang] Cara membentuk lengan lebih berotot
Ilustrasi jogging

Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung koroner, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, di antaranya:

Melakukan olahraga rutin.

Menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang, perbanyak asupan buah dan sayur, kurangi makanan yang mengandung kolesterol dan garam berlebih.

Berhenti merokok.

Menurunkan berat badan jika berlebihan.

Mengontrol tekanan darah.

Kendalikan stres.

Istirahat yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kualitas dan jam tidur berpengaruh pada peningkatan risiko terkena penyakit jantung koroner.

Makanan sehat untuk jantung:

Memperhatikan menu harian merupakan salahs atu langkah mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Berikut ini makanan sehat untuk jantung dan makanan yang sebaiknya dihindari agar jantung tetap sehat:

Minum produk susu bebas lemak atau rendah lemak

Makan ikan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon atau tuna, sekitar dua kali seminggu

Buah-buahan, seperti apel, pisang, jeruk, pir, dan plum

Kacang-kacangan, seperti kacang merah, lentil, buncis, kacang polong, dan kacang lima

Sayuran, seperti brokoli, kubis, dan wortel

Biji-bijian, seperti oatmeal, beras merah, dan jagung tortilla

Makanan yang wajib dihindari:

Daging merah

Makanan yang digoreng baik minyak nabati maupun hewani

Makanan dan minuman bergula

Nah, itu tadi ulasan mengenai penyakit jantung koroner. Jantung merupakan organ utama penyokong hidup manusia. Bila jantung terganggu, maka kelangsungan hidup manusia pun akan terpengaruh. Oleh sebab itu penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Lanjutkan Membaca ↓