Kelebihan ASI Bayi Prematur, Komposisinya Mengikuti Kebutuhan Si Kecil

Oleh Benedikta Desideria pada 30 Nov 2018, 19:00 WIB
Kelahiran Bayi

Liputan6.com, Jakarta Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan penting di awal kehidupan bayi, baik yang lahir cukup bulan dan prematur. Bahkan, komposisi ASI dinamis mengikuti kebutuhan nutrisi bayi. Itu sebabnya kandungan komposisi ASI ibu yang melahirkan bayi prematur beda dengan yang cukup bulan.

Lewat ASI dari sang ibu, bayi prematur itu dapat tumbuh lebih baik. ASI ini bakal memberikan kekebalan dan pertumbuhan yang baik bagi bayi prematur seperti disampaikan dokter spesialis anak Divisi Neonatologi RSCM Kiara, Rinawati Rohsiswatmo.

"Tuhan sudah menyiapkan ASI bayi prematur dengan komposisi yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi bayi. Salah satunya protein di ASI prematur yang lebih tinggi," kata dokter yang akrab disapa Rina ini.

Di minggu pertama, ASI bayi prematur mengandung protein 3,9 gram sementara pada ASI bayi yang lahir cukup bulan hanya 2,4 gram. Lalu komposisi kalsium di ASI prematur 53 mg, sementara ASI cukup bulan lebih rendah 5 gram.

Selain itu, ASI bayi prematur mengandung lebih banyak zat gizi seperti asam amino sistein dan taurin, enzim lipase yang meningkatkan absorpsi lemak, serta asam lemak tak jenuh rantai panjang.

Dari komposisi tersebut, bisa dikatakan ASI adalah 'obat' bagi pertumbuhan bayi prematur. Di dalamnya terkandung growth factor yang sangat penting untuk pertumbujan jaringan tubuh bayi prematur, seperti disampaikan Rina.

 

Saksikan juga video menarik berikut

2 of 2

Tetes-tetes ASI begitu berharga

menyusui bayi prematur
Tips menyusui bayi prematur./Copyright unsplash.com/carlo navarro

Begitu berartinya ASI bagi bayi prematur, ibu harus semangat memerah ASI. Lupakan sejenak keresahan dan gundah gulana agar tidak stres. Ketika stres menurun, ASI bisa keluar.

Tak perlu panik bila hasil ASI yang diperah sedikit. Seberapapun jumlah ASI yang keluar begitu berarti untuk bayi prematur.

"Beberapa tetes pun tetap diterima. Karena memang kemampuan usus bayi belum bisa minum banyak," kata wanita yang mendalami ilmu perinatologi di Melbourne, Australia ini.

Lanjutkan Membaca ↓