Tips Pernikahan Langgeng dari Psikolog

Oleh Benedikta Desideria pada 23 Nov 2018, 19:00 WIB
Diperbarui 23 Nov 2018, 19:00 WIB
Pasangan Lansia Serasi
Perbesar
Pasangan Lansia Serasi

Liputan6.com, Jakarta Semua orang yang menikah mengharapkan bahtera rumah tangga yang dibangun bisa langgeng sampai maut menjemput. Namun, bukan berarti keinginan terwujud tanpa usaha. Suami dan istri perlu menjalin kerja sama demi mewujudkan pernikahan yang langgeng. 

Psikolog keluarga dan pernikahan Yulistin Puspaningrum mengatakan dalam perjalanan pernikahan tidak akan selamanya berjalan mulus. Tak jarang hadir 'kerikil-kerikil' dalam pernikahan. Sehingga penting sekali bagi suami istri untuk memiliki komitmen mempertahankan pernikahan.

"Kalau ada masalah harus cepat-cepat dibereskan. Cari hal apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi konflik. Lalu, komunikasi harus jalan terus," kata Yulistin yang dihubungi Liputan6.com via telepon ditulis Jumat (23/11/2018).

Seiring berjalannya waktu bakal muncul sisi negatif dari pasangan. Nah, pada saat seperti ini ada baiknya untuk mengingat sisi positif pasangan.

"Harus melihat sisi positif pasangan, jangan negatifnya saja. Lalu, mau menerima apapun yang ada dalam diri suami atau istri," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Pentingnya komunikasi terbuka

Bertengkar Berselisih Paham dengan Pasangan
Perbesar
Ilustrasi komunikasi terbuka dengan pasangan (iStockphoto)

Seperti disinggung oleh Yulistin, keterbukaan merupakan salah satu kunci menjaga kelanggengan pernikahan. Komunikasi yang terbuka dengan pasangan akan menunjang keutuhan pernikahan.

"Ungkapkan semua harapan kepada pasangan, transparan dalam hal apapun," kata psikolog Ahastari Nataliza dalam program Apa Kata Psikolog Liputan6.com.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut

Apa Kata Psikolog: Kapan Tepatnya Memutuskan untuk Menikah
Perbesar
Saat memutuskan untuk menikah, sebaiknya jangan hanya terpaku pada usia.
Lanjutkan Membaca ↓