Kalimat Sakti Ini yang Bikin Anak-Anak Lombok Diam dan Siap Mendengar Dongeng

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 21 Nov 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 21 Nov 2018, 12:00 WIB
Kegiatan mendongeng yang dilakukan di pengungsian dusun Jelateng, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (17/11/2018)
Perbesar
Kegiatan mendongeng yang dilakukan di pengungsian dusun Jelateng, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (17/11/2018) (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu cara untuk menghibur anak-anak yang sudah menjadi tradisi di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah mendongeng. Selain itu, ada pula cara unik lainnya untuk membuat anak-anak setempat diam dan siap untuk mendengarkan.

Menurut Pembina Komunitas Kerajaan Dongeng Indonesia Herman Husdiawan atau akrab disapa Wawan, mendongeng adalah sebuah tradisi yang ada sejak dulu. Aktivitas ini sudah dilakukan semenjak dirinya masih kecil oleh orangtuanya.

"Kata kunci orangtua kami dulu (saat mendongeng) mengucapkan 'Man Juluk Man'", kata Wawan ketika ditemui dalam kegiatan Festival Dongeng Lombok 2018 yang bertemakan "Cerite Sasak Mendunie" beberapa waktu lalu. Ditulis Rabu (21/11/2018).

Setelah mendengar itu, anak-anak akan membalas kata-kata tersebut dengan "Man". "Itu artinya anak-anak sudah siap mendengar cerita," kata Wawan yang pernah menjadi seorang guru tersebut kepada awak media di Museum Negeri NTB, Lombok.

"Ketika mendengar itu, kami diam dan penasaran mendengar cerita," kata Wawan.

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Mendongeng tidak harus membacakan buku

Dongeng di Lombok
Perbesar
Kegiatan mendongeng juga salah satu cara untuk mengedukasi tentang nutrisi.(Foto: Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Wawan mengatakan, kegiatan mendongeng atau berkisah haruslah terus dijaga dan menjadi sebuah budaya. Hal ini untuk memberikan pesan positif pada anak dengan cara yang menyenangkan namun tidak menggurui.

"Kami harapkan orangtua dan guru tahu bahwa mendongeng itu mudah. Ada oh lucu ya pakai bando, oh lucu ya pakai lagu. Itu bisa digunakan juga oleh orangtua," tambahnya.

Wawan mengatakan, dalam mendongeng tidak hanya harus membacakan buku namun ada banyak cara.

"Ada yang pakai gitar, ada yang pakai barang bekas, ada banyak cara."

Lanjutkan Membaca ↓