5 Tanda Pola Asuh Orangtua ke Anak Sudah Tepat

Oleh Liputan6.com pada 18 Nov 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 18 Nov 2018, 10:00 WIB
Keluarga Bahagia Keluarga Harmonis
Perbesar
Ilustrasi pola asuh orangtua (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Setiap orangtua tentu berharap menjadi yang terbaik bagi buah hatinya. Apalagi orangtua zaman sekarang ya, tidak sedikit yang belajar pola asuh baik lewat buku maupun seminar.

Terkadang, masih muncul ketakutan dalam diri orangtua, 'Sudah benar belum ya pengasuhanku?'. Sesungguhnya setiap orangtua memiliki gaya atau konsepnya sendiri soal pola asuh. Tapi satu yang pasti semua orangtua ingin menjadikan anak-anaknya sebagai pribadi yang baik.

"Dalam pekerjaan saya sebagai seorang psikolog klinis, ada tanda yang saya lihat dan bisa dijadikan acuan untuk tahu ketika orangtua sudah menerapkan pola asuh yang tepat," ujar psikolog Nadene van der Linden seperti dilansir laman Parent.

Berikut lima tanda tersebut:

1. Anak memperlihatkan emosinya di depan orangtua

Terkadang memperlihatkan emosi secara gamblang atau bahkan mengungkapkany secara lisan sangat sulit bagi anak-anak. Kemampuan anak untuk berkata 'aku sedih, mau menangis', 'aku marah/ kesal bunda' atau 'aku senang sekali hari ini', pertanda kalau orangtua sudah mencontohkan mengekspresikan emosi dengan baik.

"Ini merupakan pertanda penting kalau anak merasa aman secara emosional dengan orangtuanya," ujar Linden.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut

 

Apa Kata Psikolog: Ayah Harus Ikut Mengasuh Anak (FULL)
Perbesar
Penting bagi ayah untuk turut serta mengasuh anak, tak hanya untuk anak, tapi juga untuk ibu dan ayah sendiri.
Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Anak datang ke orangtua saat menghadapi kesulitan

Hal yang tak perlu orangtua tutupi di hadapan anak. (iStockphoto)
Perbesar
Anak cerita ke ibu (iStockphoto)

"Saya tahu bahwa orangtua melakukan peranan mengagumkan saat anak mereka mendatanginya pertama kali saat tertimpa masalah. Ini berarti orangtua telah menyediakan rasa yang begitu aman untuk anak, termasuk ketika mereka membutuhkan pertolongan," ungkap Linden

3. Anak bisa berdiskusi apapun tanpa takut reaksi orangtua

Ini adalah tanda positif dari hubungan orangtua dan anak yang mampu menerima, terbuka, dan fleksibel. Beberapa orangtua tanpa disadari membatasi komunikasi dengan anaknya melalui perilaku. Seperti terlalu bereaksi terhadap pikiran atau perasaan yang tidak mereka sukai atau yang mempertanyakan perilaku mereka sebagai orangtua.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Masukan orangtua tidak berlabel

Orangtua dan anak
Perbesar
Ilustrasi orangtua dan anak (iStockphoto)

Orangtua yang mengagumkan adalah yang memberikan umpan balik yang tidak mengkritisi perilaku dan menghindari label seperti 'buruk', 'nakal', 'serakah', dan 'malas'.

5. Mendorong anak untuk mengejar minat dan bakat

Mengejar minat dan bakat membantu anak merasakan kepuasaan dan prestasi. Ini dapat secara positif membantu anak melewati masa remajanya dengan baik dan membantunya agar terhindar dari pengaruh buruk. Fokus anak pun jadi lebih pada minta dan bakatnya, bukan hal yang tidak penting.

 

Penulis: Mutia/dream.co.id

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya