Awas, Sekaleng Minuman Energi Tingkatkan Risiko Terkena Serangan Jantung

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 11 Nov 2018, 20:00 WIB
Minuman berenergi (Foto: uhhospitals.org)

Liputan6.com, Jakarta Minuman energi sudah diketahui memiliki bahaya bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Mereka buruk untuk hati, pinggang, gigi, bahkan membahayakan kesehatan mental.

Namun, sebuah temuan baru dari University of Texas, Houston, Amerika Serikat mempertegas bahaya tersebut. Bahkan, menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi minuman energi sama sekali.

Melansir Men's Health UK pada Minggu (11/11/2018), hanya mengonsumsi satu kaleng minuman energi bisa mempersempit aliran pembuluh darah dalam satu setengah jam. Hal ini mengurangi aliran darah ke organ dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Para peneliti menguji dampak minuman energi pada endotelium, lapisan sel tipis yang melapisi pembuluh darah, pada 44 orang dewasa sehat dan tidak merokok di usia 20-an. Fungsi endotelial peserta diuji sebelum dan 90 menit setelah mengonsumsi 24 ons minuman energi.

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 of 2

Membatasi pengiriman oksigen

Penyakit jantung (iStock)
Ilustrasi penyakit jantung (iStockphoto)

Dalam satu setengah jam, diameter internal pembuluh darah terpotong hingga setengah dari rata-rata. Sebelumnya, pelebaran pembuluh rata-rata 5,1 persen diameter, setelah itu menurun sekitar 2,8 persen, serta menunjukkan kerusakan akut dalam fungsi vaskular.

Para peneliti melihat bahaya tersebut dari bahan-bahan seperti kafein, taurin, gula dan herbal lainnya.

Menurut peneliti utama Dr. John Higgins, minuman energi juga membatasi pengiriman oksigen. Tidak hanya kinerja tubuh yang menderita, namun juga fungsi hati.

Hati yang kekurangan oksigen harus bekerja dua kali lebih keras untuk menjaga upaya maksimal.

"Ini menjelaskan mengapa ada kasus seseorang mengalami serangan jantung setelah mengonsumsi minuman berenergi," ujanrya.

Lanjutkan Membaca ↓