Usia Tua Jadi Penyebab Katarak Masih Marak di Indonesia

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 26 Okt 2018, 15:00 WIB
Diperbarui 26 Okt 2018, 18:17 WIB
RS EMC Sentul Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis

 

Liputan6.com, Jakarta Indonesia merupakan negara dengan penderita katarak yang besar. Salah satu penyebabnya karena banyaknya penduduk yang berusia lanjut.

"Indonesia termasuk negara yang angka kataraknya tinggi. Itu terjadi karena jumlah usia tua semakin lama semakin banyak," kata Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Ratna Sitompul, SP. M. saat melakukan Bakti Sosial Operasi Katarak yang dilakukan Rumah Sakit EMC Sentul, Bogor pada Jumat (26/10/2018).

Selain itu, Ratna yang juga tergabung dalam Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) itu juga mengatakan, operasi katarak di Indonesia masih belum tinggi. Adapun, dokter spesialis mata juga tidak terlalu banyak.

"Semuanya itu menyebabkan angka kebutaan karena katarak tinggi, " tambah dokter yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kepada Health Liputan6.com.

Ratna mengatakan, katarak sendiri terjadi karena penuaan. Sama seperti warna rambut yang memutih, lensa mata yang bening bisa berubah menjadi keruh.

 

RS EMC Sentul Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis
Pasien usai dioperasi saat bakti sosial operasi katarak bagi masyarakat prasejahtera di EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/10). Bakti sosial ini kerja sama antara RS EMC Sentul, Departemen Mata FKUI/RSCM dan Perdami. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
2 of 3

Operasi Katarak

RS EMC Sentul Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis
Pasien sebelum melakukan operasi saat bakti sosial operasi katarak bagi masyarakat prasejahtera di EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/10). Bakti sosial ini diikuti 74 pasien. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Rumah Sakit EMC Sentul sendiri merupakan kerjasama dari RS EMC sentul dengan RSCM dan juga PERDAMI. Acara ini sendiri ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Baksos operasi katarak ini sendiri merupakan yang pertama kali diadakan di RS EMC Sentul, setelah sebelumnya juga sempat mengadakan berbagai bakti sosial lain seperti operasi hernia dan bibir sumbing.

"Untuk operasi katarak ini pertama kali. Tapi untuk ke depannya, kita akan jalankan terus menerus, kalau bisa per bulan. Targetnya sekitar 30 sampai 50 pasien per siklus, " kata Ketua Bakti Sosial dr. Rizky Ramadhana, SP. AN.

 

3 of 3

Hanya Menunjukkan KTP

RS EMC Sentul Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis
Direktur RS EMC Sentul dr Hardjanto (kiri) bersama Ketua Bakti Sosial dr Rizky Ramadhana berbincang dengan pasien saat bakti sosial operasi katarak bagi masyarakat prasejahtera di EMC Sentul, Bogor, Jabar, Jumat (26/10). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pasien katarak sendiri hanya diminta menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk melakukan operasi. Setelah itu, mereka akan melakukan serangkaian tes untuk melihat apakah mereka layak atau tidak untuk menjalani tes katarak.

Beberapa tes yang harus dilakukan pasien antara lain adalah tes mata, melihat tekanan darah, dan juga gula darah. Setelah itu, barulah mereka boleh menjalani operasi katarak.

Lanjutkan Membaca ↓