3 Minggu Pascagempa, Puskesmas di Donggala Kembali Beroperasi

Oleh Benedikta Desideria pada 24 Okt 2018, 14:00 WIB
Diperbarui 24 Okt 2018, 14:00 WIB
Pandangan Udara Kota Palu Usai Dilanda Gempa dan Tsunami
Perbesar
Pandangan udara memperlihatkan sejumlah bangunan rusak usai dilanda gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo disusul tsunami melanda Palu dan Donggala pada 28 September 2018. (JEWEL SAMAD/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Tiga minggu pascagempa bermagnitudo 7,4, sejumlah puskesmas di Donggala, Sulawesi Tengah, sudah kembali beroperasi. Termasuk Puskesmas Tompe dan Puskesmas Batusuya.

Secara fisik, kedua bangunan puskesmas itu belum bisa digunakan karena rusak parah, tapi yang dioperasikan adalah fungsi sebagai puskesmas. Dengan begitu, aktivitas kegiatan puskesmas dilakukan di bawah tenda untuk sementara waktu.

Di Puskesmas Tompe misalnya, pelayanan kesehatan dilakukan di enam tenda. Terdiri dari pelayanan tenda pendaftaran dan rawat jalan, rawat inap, maternity, dan ada ruang khusus untuk bersalin, rawat perempuan, ruang administrasi, dan pelayanan obat dilengkapi dengan air conditioner untuk menyimpan vaksin dan meracik obat.  Tersedia juga tempat sampah untuk limbah medis di depan setiap tenda.

"Untuk sementara, fasilitas pelayanan kesehatan di tenda itu sudah cukup bagus dan bisa dijadikan model pos pelayanan kesehatan yang standar," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, seperti dilansir rilis resmi Sehat Negeriku ditulis Rabu (24/10/2018).

Di tenda Puskesmas Tompe ini juga terdapat bantuan dokter dan dua perawat yang bertugas mengoordinasi dan melatih manajemen pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat.

Hal serupa juga terjadi pada Puskesmas Batusuya. Pelayanan di sana sudah berjalan normal yang dibantu oleh tim medis dari Universitas Airlangga Surabaya.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut: