Manfaat Tak Terduga Jalan Kaki Usai Makan

Oleh Benedikta Desideria pada 06 Okt 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 06 Okt 2018, 13:00 WIB
gaya hidup sehat (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi jalan kaki usai makan (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Usai makan ada sebagian yang memilih melanjutkan menonton televisi tapi ada yang memilih untuk berjalan kaki seperti orang Italia. Dan, ada baiknya meniru kebiasaan mereka karena mampu membuat kadar gula darah tak melonjak.

Sebuah studi kecil yang dilakukan Loretta DiPietro dari George Washington University’s Milken Institute School of Public Health, Amerika Serikat menemukan manfaat jalan kaki usai makan. Orang tua yang berjalan kaki usai makan malam selama 15 menit, gula darah tidak langsung melonjak naik.

Penelitian serupa pun pernah dilakukan peneliti University of Otago, Selandia Baru, Andrew Reynolds pada 2016. Hasilnya selaras dengan penelitian DiPietro.

"Saya melihat perbedaan besar setelah seseorang berjalan kaki usai makan malam," kata Reynolds seperti dilansir laman Time, Sabtu (6/10/2018).

Rupanya, pada saat seseorang berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik lain, otot-otot menggunakan glukosa sebagai energi. Hal tersebut mengurangi kadar lonjakan gula darah dalam tubuh seperti disampaikan Reynolds.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

2 dari 2 halaman

Studi lain mendukung

Lansia jalan kaki
Perbesar
Lansia jalan kaki (iStockphoto)

Studi lain juga mendukung manfaat usai makan. Lewat jalan kaki atau melakukan aktivitas fisik lain membantu mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan berpindah ke usus kecil.

"Entah itu latihan beban atau aerobik, keduanya memiliki manfaat yang sama menurunkan kenaikan gula darah," kata profesor nutrisi dari University of Missouri, Jill Kanaley.

Studi kecil yang Kanaley lakukan pada diabetesi dan obesitas yang melakukan latihan beban 45 menit setelah makan sukses membuat gula darah tak langsung meningkat dan kesehatan membaik secara umum. 

Lanjutkan Membaca ↓