Ketahui, 3 Risiko Operasi Plastik pada Lansia

Oleh Liputan6.com pada 06 Okt 2018, 09:00 WIB
Proses Bedah Plastik

Liputan6.com, Jakarta Survei yang dilakukan American Society for Aesthetic Plastic Surgery's (ASAPS) menyatakan bahwa 77 persen orang berusia di atas 65 tahun ternyata tertarik pada tindakan operasi plastik untuk meremajakan kembali tampilan fisiknya. Jenis bedah plastik yang cukup banyak dipilih adalah face lifts dan sedot lemak.

Walau terbilang aman dan hasilnya menjanjikan bila dilakukan oleh dokter ahli, risiko operasi plastik pada lanjut usia tetap ada. Pasalnya, proses regenerasi kulit pada lansia tak lagi berlangsung secara optimal.

Lansia yang melakukan operasi bedah plastik memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami efek samping berikut ini:

1. Proses pemulihan kulit berlangsung lebih lama

Setiap sel tubuh memiliki kemampuan regenerasi, menggantikan sel yang rusak dengan sel baru yang lebih muda dan sehat. Namun, kemampuan tersebut akan mengalami penurunan seiring pertambahan usia.

Contohnya, proses penyembuhan luka. Pada orang muda yang kemampuan regenerasi kulitnya masih sempurna, proses tersebut mungkin hanya memakan waktu beberapa hari saja. Sedangkan pada lansia, proses itu bisa berlangsung hingga berminggu-minggu lamanya.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

2 of 2

2. Risiko infeksi lebih besar

Ilustrasi operasi plastik
Ilustrasi operasi plastik (Unsplash/Piron Guillaume)

2. Risiko infeksi lebih besar

Kekebalan tubuh juga akan semakin menurun ketika menginjak lanjut usia. Hal ini memudahkan kuman penyebab penyakit untuk menimbulkan infeksi.

Pada sebuah penelitian yang dipublikasi di Aestetic Surgery Journal, infeksi merupakan salah satu dari dua kemungkinan komplikasi yang paling sering terjadi apabila operasi plastik dilakukan pada golongan lanjut usia.

3. Hematoma pada bekas luka operasi

Penelitian menyebutkan bahwa operasi plastik pada lansia bisa menimbulkan komplikasi yang disebut dengan hematoma. Ini adalah gumpalan darah yang terjadi di bawah kulit.

Hematoma terbentuk akibat adanya perlukaan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah dapat keluar dari pembuluh darah dan menumpuk pada jaringan sekitarnya. Pada area hematoma akan terlihat kebiruan dan bengkak, baik nyeri maupun tidak.

Bedah plastik memang memberikan hasil yang menjanjikan dalam waktu singkat. Hal ini sebanding dengan efek samping yang mungkin saja terjadi, apalagi bila dilakukan oleh mereka yang sudah lansia.

Atas alasan itu, bagi siapa pun yang ingin melakukan operasi plastik, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter yang ahli mengenai prosedur yang tepat dan efek samping yang mungkin saja terjadi. Jangan hanya karena ingin penampilan sempurna dalam waktu singkat, lantas Anda lupa akan segala kemungkinan buruk di balik tindakan tersebut.

 

Penulis: dr. Dyan Mega Inderawati

Sumber: Klikdokter.com

Lanjutkan Membaca ↓