Awas, Ini Bahaya Bila Si Kecil Sering Tak Sarapan

Oleh Liputan6.com pada 23 Sep 2018, 06:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2018, 05:13 WIB
Orangtua sering marah, anak rentan sakit. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Sarapan pagi setiap hari dapat mendatangkan sejumlah keuntungan. Namun, bila sedari kecil anak terbiasa dan dibiarkan melewatkan sarapan mengakibatkan berbagai dampak negatif.

Berikut kerugian bila Si Kecil sering tak sarapan:

1. Tumbuh kembang anak kurang optimal

Dengan mengonsumsi sarapan, anak akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan asupan nutrisi yang lebih lengkap dibanding mereka yang melewatkannya.

Meskipun hanya sarapan dengan telur ceplok dan susu, menu tersebut juga merupakan makanan yang bergizi. Dari telur, anak bisa mendapatkan protein serta sedikit vitamin A, B6, B12, D, dan zat besi.

Sedangkan dari segelas susu, anak bisa memperoleh asupan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B2, dan vitamin B12. Dengan gizi yang lebih lengkap, tumbuh kembang anak pun lebih optimal.

2. Mudah lapar dan moody

Anak yang tidak sarapan akan lebih mudah lapar sebelum jam makan siang tiba. Akhirnya ketika lapar, anak tersebut akan memiliki mood yang lebih buruk ketimbang saat ia dalam keadaan kenyang.

Berisiko mengalami obesitasAnak yang tidak sarapan akan merasa sangat lapar saat mendekati jam makan siang. Oleh karena itu, tak jarang mereka menjadi 'kalap' dan makan dalam porsi banyak saat jam makan siang tiba.

Bahkan, tak jarang mereka pun jadi lebih tergoda untuk jajan makanan yang tinggi kalori, entah karena masih lapar atau sebagai misi 'balas dendam'.

 

2 of 2

Nilai di sekolah turun

Ilustrasi Sekolah dan Anak (iStockphoto)
Sebenarnya, seberapa efektif kebijakan Sekolah Ramah Anak untuk Mengurangi Angka Kekerasan yang Terjadi pada si Kecil (iStockphoto)

3. Performa di sekolah kurang optimal

Anak yang rutin menyantap sarapan setiap hari dilaporkan memiliki performa akademis yang lebih memuaskan dibadingkan dengan anak yang jarang sarapan.

Selain memiliki nilai ujian yang kurang memuaskan, terutama pada mata pelajaran matematika, anak yang jarang sarapan juga memiliki konsentrasi, fokus, dan koordinasi otot yang kurang baik dibandingkan dengan temannya yang rajin sarapan.

4. Lebih mudah sakit

Meskipun kerentanan terhadap penyakit dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, tetapi penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak rutin sarapan setiap pagi memiliki angka absen karena sakit lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang rutin sarapan.

Banyak sekali kerugian yang dialami oleh anak apabila tidak rutin sarapan setiap pagi. Oleh karena itu, usahakan agar si Kecil tidak melewatkan makan pagi. Meskipun menu yang Anda sajikan sederhana dan praktis seperti segelas susu dan setangkup roti, namun sangat memengaruhi tumbuh kembang anak.

 

Penulis: dr. Karin Wiradarma

Sumber: Klikdokter.com

Lanjutkan Membaca ↓