Usai Putus Cinta, 7 Hal Ini Terjadi pada Tubuh

Oleh Benedikta Desideria pada 17 Sep 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:45 WIB
putus cinta

Liputan6.com, Jakarta Penyebab putus cinta bisa beragam, sehingga imbasnya pada sebagian orang pun beragam. Bila pasangan putus karena tidak mendapat restu orangtua, rasa pedih terasa begitu mendalam. Sampai-sampai tak nafsu makan hingga sulit tidur terjadi pascaputus.

Tak cuma, itu berikut beberapa efek yang terjadi pada tubuh usai putus cinta. Selengkapnya seperti mengutip laman Reader's Digest, Senin (17/9/2018).

1. Respons tubuh: fight atau flight

Fight atau flight merupakan respons tubuh ketika menghadapi ancaman atau serangan yang memengaruhi kelangsungan hidup. Reaksi ini tidak hanya dipicu oleh keadaan fisik, tapi juga trauma emosional atau mental seperti disampaikan psikolog Erika Martinez.

"Sebuah perpisahan akan bisa memicu tubuh bereaksi. Entah itu fight atau flight. Bisa dengan jadi gemetar, konsentrasi memburuk, hingga menggu pikiran. Perpisahan juga bisa membuat seseorang jadi stres, jika berlarut-larut bisa menimbulkan kecemasan kronis. Jika tidak ditangani bisa menyebabkan depresi," kata Martinez.

2. Selera makan berubah dan jadwal tidur kacau

Ciri khas bila ada tekanan mental adalah adanya gejala fisik yang signifikan. Stres jangka pancang membuat tubuh melepaskan hormon kortisol yang kemudian memengaruhi sistem pencernaan. Hal tersebut menyebabkan sistem pencernaan jadi lebih cepat atau lambat yang membuat seseorang jadi lebih nafsu makan atau sebaliknya.

Tak cuma itu, putus cinta juga bisa membuat jadwal tidur jadi berantakan. "Insomnia atau hipersomnia merupakan hal yang biasa terjadi bila seseorang memiliki masalah dalam hubungannya. Hal ini bisa memengaruhi masalah kesehatan lain seperti pusing, energi menurun, motivasi rendah, cemas, stres, dan depresi," kata psikolog klinis, CChristina Hibbert.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

2 dari 3 halaman

3. Terobsesi dengan mantan

Putus Cinta atau Putus Hubungan
Ilustrasi Foto Putus Cinta (iStockphoto)

Studi 2011 yang dilakukan peneliti Columbia University, Amerika Serikat, mengungkapkan ketika seseorang putus cinta bakal membuat orang tersebut merindukan orang yang menjadi bagian penting dalam hidupnya. Hal tersebut akan membuat rindu dengan orang tersebut

."Saat jatuh cinta, ada peningkatan aktivitas di wilayah otak yang memproduksi neurotransmitter dopamine (terkait dengan sistem penghargaan otak/tubuh). Setelah putus cinta, area otak Anda juga aktif, hal ini yang membuat seseorang jadi terobsesi dengan mantan," jelas psikolog yang juga terapis hubungan, Jenev Cadell.

4. Daya tahan tubuh melemah

Ketika hormon stres meningkat, hal tersebut menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Sehingga, tak heran bila yang baru putus kesehatannya menurun.

5. Tekanan darah naik

Hormon kortisol yang meningkat pada saat stres memengaruhi sistem saraf simpatik. Hal itulah yang membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat seperti disampaikan Hibbert.

 

Patah hati (iStock)
Ilustrasi patah hati (iStockphoto)
3 dari 3 halaman

6. Jerawat muncul

7 Hal yang Menyebabkan Jerawat pada Orang Dewasa
Jerawat. (iStockphoto)

Studi di 2007 menunjukkan sekitar 23 persen orang berjerawat ketika mengalami stres tinggi. Ya, terbukti bahwa stres bisa memancing peradangan pada tubuh salah satunya dengan kehadiran jerawat.

7. Ukuran jantung membesar

American Heart Association (AHA) mengatakan ada sindroma patah hati (broken heart syndrome). Kondisi ini lebih sering dialami wanita dengan gejala nyeri dada dan detak jantung tidak teratur. Biasanya, kondisi ini hilang dalam seminggu.

"Kondisi patah hati membuat jantung membesar untuk sementara dan tidak memompa darah dengan baik," seperti mengutip laman resmi AHA.

Lanjutkan Membaca ↓