Suhu Udara Kian Panas, Angka Bunuh Diri Melonjak

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 10 Sep 2018, 20:00 WIB
Diperbarui 10 Sep 2018, 20:00 WIB
Ilustrasi Lipsus Cuaca Panas
Perbesar
Suhu panas dapat meningkatkan angka bunuh diri.

Liputan6.com, Amerika Serikat Anda mungkin tidak menduga, suhu udara yang kian panas dapat meningkatkan angka bunuh diri. Hal ini juga berkaitan dengan pemanasan global.

Selama berabad-abad, para peneliti telah menganalisis, tingkat kekerasan dan bunuh diri cenderung meningkat di musim panas. Temuan ini berdasarkan penelitian berjudul Higher temperatures increase suicide rates in the United States and Mexico, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change pada 23 Juli 2018.

Hasil penelitian menunjukkan, adanya peningkatan suhu pada tahun 2050 dapat meningkatkan angka bunuh diri sebesar 1,4 persen di Amerika Serikat dan 2,3 persen di Meksiko. Persentase ini tampaknya kecil, tapi mampu mencapai sekitar dua kali lebih besar, menurut peneliti Marshal Burke dari Department of Earth System Science, Stanford University, Stanford, California.

Dalam angka nyata, itu berarti ada 21.000 kasus bunuh diri di Amerika Serikat dan Meksiko per tahun. Yang paling menarik, Texas punya angka bunuh diri tertinggi, sebagaimana dilansir dari Bulletin of The Atomic Scientists, Senin (10/9/2018).

Bahkan setelah kehadiran AC, tingkat bunuh diri di sana belum menurun selama beberapa dekade terakhir. Menurut peneliti, bunuh diri semakin meningkat di Texas dari waktu ke waktu. Serupa dengan Texas, Meksiko juga punya suhu udara yang panas.

 

 

Tulisan ini dalam rangka peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2018 pada 10 September.

 

 

 Simak video menarik berikut ini:

 


Bukan penyebab langsung

Ilustrasi Lipsus Cuaca Panas
Perbesar
Peningkatan suhu dan perubahan iklim bukan penyebab langsung bunuh diri.

Para peneliti memeroleh data, setiap kenaikan 1 derajat Celcius dalam rata-rata suhu bulanan berarti ada 0,7 persen peningkatan bunuh diri di Amerika Serikat dan 2,1 persen di Meksiko.

Dalam laporan jurnal, peningkatan suhu dan perubahan iklim saja tidak boleh dipandang sebagai penyebab langsung untuk bunuh diri. Sebaliknya, kedua hal tersebut dapat berkontribusi pada risiko bunuh diri, yang mempengaruhi kemungkinan seseorang melakukan upaya bunuh diri.

Keterkaitan antara iklim dan kesehatan mental memang tidak terukur dengan baik. Tim peneliti secara khusus, tidak diketahui, apakah tingkat bunuh diri secara sistematis dipengaruhi oleh kondisi iklim.

Pemanasan global yang tidak dikurangi dapat mengakibatkan 9–40 ribu kasus bunuh diri di seluruh Amerika Serikat dan Meksiko pada tahun 2050.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya