Food Vlogger Dokter Prathama Gilang Pernah Tersiksa Diare Hampir Sebulan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 10 Sep 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 12 Sep 2018, 09:13 WIB
[Bintang] Food Blogger

Liputan6.com, Jakarta Prathama Gilang Wagiono Putra (29), dokter umum yang juga food blogger dan food vlogger menceritakan pengalaman dirinya yang kena diare hampir sebulan. Hal ini terjadi setelah ia mengulas makanan di 10 tempat berbeda dalam sehari.

Tak ayal, diare pun dialaminya karena mengonsumsi berbagai jenis makanan. Gilang tak tahu, makanan dari restoran atau tempat makan apa yang membuatnya diare.

“Enggak tahu tempat makan yang mana. Yang pasti karena kebanyakan makan ini-itu. Enggak teratur makannya. Aku diare 2-3 minggu lho. Enggak ada obatnya. Dikasih obat, cuma enggak mempan,” cerita Gilang kepada Health Liputan6.com saat dirinya berkunjung ke Kantor KapanLagi Youniverse, Cikini, Jakarta, ditulis Senin (10/9/2018).

Baca Juga: Prathama Gilang, Dokter Muda yang Eksis Jadi Food Vlogger

Kejadian diare ini didera Gilang dua tahun lalu. Itu adalah diare paling parah yang pernah dialaminya. Bayangkan, ia harus makan di 10 tempat berbeda dengan 10 porsi makanan.

“Sumpah. Itu aku benar-benar tersiksa banget. Baru kelar (berhenti diare) pas sebulan. Minum obat enggak bisa nyembuhin. Gejala diare tetap masih ada,” ujar Gilang, yang sehari-hari berpraktik di RSUD Kota Depok, Jawa Barat.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

2 of 2

Penyakit ‘traveler’

[Bintang] Food Blogger
Diare termasuk penyakit 'traveler.' (Deki Prayoga/bintang.com)

Pengalaman kena diare menurut Gilang adalah penyakit para ‘traveler.’ Artinya saat kita pergi ke suatu daerah dan konsumsi makanan, makanan itu belum tentu cocok dengan perut. Diare bisa terjadi.

“Kayak orang Malaysia ke Indonesia aja. Mereka pasti diare. Ya, karena makanan kita enggak cocok buat mereka,” Gilang melanjutkan.

Untuk sehari-hari, Gilang lebih banyak mengulas makanan saat libur weekend. Namun, selepas jam kerja (work hour), ia juga kerap mengulas makanan. Lalu mengunggahnya di Instagram @makansampaikenyang pribadinya. Untuk mengunggah di Youtube, ia cukup seminggu sekali.

“Kalau di Youtube kebanyakan dari request (permintaan). Butuh effort (tenaga) buat ngedit. Capek juga sih. Seminggu sekali kalau unggah di Youtube. Aku pikir itu cukup,” tambah Gilang.

Gilang menjadi food blogger sejak Februari 2014, lalu menjajal jadi food vlogger Youtube pada tahun 2017. Ia pun diundang ke berbagai restoran, kafe, dan tempat makan untuk mengulas makanan. Salah satu pengalaman berkesan adalah mengulas makanan pesawat.

“Aku pernah review makanan pesawat, Air Asia, yang ke Malaysia. Belum pernah review makanan pesawat. Berkesan banget karena ngundang food blogger dari berbagai negara juga,” ucap Gilang.

Lanjutkan Membaca ↓