Jangan Hilangkan Stretch Mark Saat Hamil, Kenapa?

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 27 Agu 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 29 Agu 2018, 09:13 WIB
Ilustrasi ibu hamil bisa mendaftarkan janin dalam JKN-KIS dari BPJS Kesehatan (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Penanganan hilangkan stretch mark atau guratan kulit pada bagian perut sebaiknya tidak dilakukan saat hamil. Stretch mark adalah salah satu permasalahan kulit yang sebagian besar dialami ibu hamil.

Guratan-guratan kulit yang muncul dipengaruhi berat badan ibu hamil yang semakin naik seiring usia kehamilan. Guratan berupa garis tarikan pada kulit.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Bamed Skincare, Jonathan R Subekti mengatakan, ada perawatan untuk menghilangkan guratan.

"Treatment dengan menggunakan teknik radio frekuensi. Boleh dilakukan setelah bayi lahir, bukan pas saat ibu lagi hamil. Karena teknik treatment-nya bisa ganggu perkembangan bayi di dalam rahim kalau dilakukan saat hamil," kata Jonathan saat ditemui di Tjikinii Lima Restaurant, Jakarta, ditulis Senin (27/8/2018).

Warna stretch mark pun berubah-ubah. Ketika muncul saat hamil, guratan kulit berwarna merah. Kemudian berubah menjadi cokelat. Dalam jangka waktu lama bila tak ditangani, guratan kulit berubah menjadi warna putih.

 

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Simak video menarik berikut ini:

 

 

 

2 dari 2 halaman

Guratan warna merah mudah dihilangkan

Ilustrasi Ibu Hamil Minum Kopi (iStockphoto)
Guratan merah mudah dihilangkan saat berwarna merah. (iStockphoto)

Demi perawatan stretch mark terbaik, guratan mudah dihilangkan saat masih berwarna merah atau agak kecokelatan. Setelah melahirkan dan masa nifas 40 hari, ibu sudah boleh melakukan perawatan hilangkan stretch mark.

"Idealnya masih warna merah atau agak cokelat. Gampang buat dihilangkan," Jonathan menjelaskan.

Di sisi lain, ada banyak brand yang menciptakan semacam minyak atau krim penghilang stretch mark. Namun, produk-produk itu tidak bisa menghilangkan stretch mark.

"Pada prinsipnya minyak atau krim hanya menyamarkan dan melembapkan kulit. Kulit jadi lebih elastis, bukan menghilangkan stretch mark," tambah Jonathan.

Lanjutkan Membaca ↓