Bill & Melinda Gates Foundation Tawarkan Vaksin Stunting untuk Anak-Anak Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 21 Agu 2018, 15:30 WIB
Diperbarui 23 Agu 2018, 15:13 WIB
vaksin Difteri

Liputan6.com, Jakarta Bill & Melinda Gates Foundation menawarkan bantuan vaksin jenis baru untuk anak-anak gagal tumbuh alias stunting di Indonesia. Di hadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Head of Policy and Government Relations for South-East Asia dan Senior Advisor and Head of Policy and Government Relations for South-East Asia Bill & Melinda Gates Foundation, Chirstopher Elias dan M Hari Menon menyatakan kesediaannya membantu perbaikan kesehatan anak-anak di Indonesia.

"Selain stunting, mereka juga membahas beberapa persoalan kesehatan lainnya yang mengakibatkan tingginya angka kematian anak-anak di Indonesia. Salah satunya gangguan paru-paru atau pernapasan," ujar Bambang di kantornya usai pertemuan, Selasa (21/8/2018).

Menurut Bambang, Bill & Melinda Gates Foundation ini sangat aktif di bidang filantropi terkait dengan kesehatan. Pertemuan ini pada dasarnya khusus bicara masalah kesehatan yang fokus pada penerapan goal kesehatan dalam suistanable development goals (SDGs).

Bambang menyebutkan, pihak Bill & Melinda Gates Foundation bersedia membantu memperbaiki kesehatan anak-anak di Indonesia dan sudah terlibat aktif dalam penanganan stunting di Indonesia melalui global financing facility yang bekerja sama dengan World Bank.

"Mereka sudah menunjukkan komitmen yang tinggi bahwa stunting di Indonesia harus menjadi perhatian utama,"ujar Bambang.

Saat ini, kata Bambang, sudah ada vaksin untuk mencegah penyakit paru-paru dan tersedia di Indonesia dengan harga yang terjangkau. "Karena sifatnya baru, belum bisa diproduksi oleh Indonesia. Mudah-mudahan ke depan bisa diproduksi. Saat ini akan diupayakan pengadaannya juga melalui PBB/UNICEF," ujar Bambang.

Bambang menyebutkan, bantuan Bill & Melinda Gates Foundation yang ditawarkan bukan dalam bentuk investasi melainkan kemudahan ketersediaan vaksin.

"Ini bukan investasi, ini mereka filantroi, jadi membantu. Kita akan bahas lebih lanjut lagu apa yang mereka bisa lakukan. tapi yang pasti untuk pengadaan vaksin kerja sama dengan UNICEF bisa membuat harga vaksinnya jauh lebih murah daripada kalau dilakukan melalui pengadaan biasa, melalui swasta," ujar Bambang. (Merdeka/Yayu Agustini Rahayu)