Demi Lovato Depresi Sejak Sejak Kecil

Oleh Liputan6.com pada 25 Jul 2018, 19:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2018, 19:00 WIB
[Bintang] Demi Lovato
Perbesar
Demi Lovato (instagram/ddlovato)

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi Demi Lovato sedang terbaring lemah di rumah sakit Los Angeles, Amerika Serikat, setelah diduga mengalami overdosis obat-obatan terlarang.

Demi Lovato memang dikenal memiliki berbagai persoalan dalam hidupnya. Selama hidup Demi berjuang melawan kecanduangnya terhadap narkoba dan alkohol, melawan gangguan bipolar dan gangguan makan selama bertahun-tahun.

Dia mengatakan pada majalah American Ways, bagaimana dia terbiasa mengobati diri sendiri dengan alkohol, kokain dan oxycontin.

Pada 2010, Demi sempat menjadi bahan pemberitaan karena telah memukul seorang penari cadangan saat turnya bersama Jonas Brothers. Perilaku sehari-hari Demi memang aneh, kadang emosinya stabil kadang juga tidak terkontrol. Ia sering memutuskan hubungan dengan orang terdekatnya.

Merasa perilakunya aneh wanita kelahiran Agustus 1992 ini memeriksakan diri ke dokter, dokter mendianosis dirinya menderita gangguan mental (bipolar) dan mengalami gangguan makan (bulimia). Akhirnya Demi Lovato menjalani rehabilitasi selama tiga bulan pada saat usianya 18 tahun.

Saksikan juga video menarik berikut:

2 dari 2 halaman

Rehabilitasi Obat dan Alkohol

[Bintang] Demi Lovato
Perbesar
Demi Lovato dilarikan ke rumah sakit usai dikabarkan mengalami overdosis. (instagram/ddlovato)

Pada tahun 2013, Demi juga menjalani rehabilitasi narkoba dan alkohol. Pada waktu itu dirinya benar-benar sulit mengendalikan diri. Bahkan dirinya tidak mampu pergi selama satu jam tanpa kokain. Ia juga sering kali menghadiri pertemuan Alcoholics Anonymous, seperti yang dilakukan para pecandu alkohol.

Sejak usia 2 tahun, Demi hidup dalam lingkungan yang tidak sehat. Ibu dan neneknya mengalami gangguan makan (bulimia), sedangkan ayahnya seorang pecandu alkohol. Sulit memang bagi Demi untuk menjalani hidup yang lebih baik seperti kebanyakan orang.

Demi sering mengalami hal buruk dalam hidupnya, bertahun-tahun dalam perjuangan melawan depresi dan kecemasan, ternyata ia banyak menginspirasi banyak orang dengan menyuarakan kesadaran kesehatan mental.

 

Penulis: Nita Utami

Lanjutkan Membaca ↓