Hafalkan, 10 Cara Mengenali Kebohongan dari Pakar FBI (1)

Oleh Liputan6.com pada 20 Jul 2018, 16:30 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:21 WIB
Bohong (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Seseorang cenderung melakukan kebohongan untuk menutupi suatu masalah yang terjadi. Kebohongan biasanya hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Sebagai mahluk sosial, tentu kita ingin hidup terbebas dari kebohongan atau penipuan yang merugikan diri. Sehingga, diperlukan pengetahuan secara mendasar untuk mendeteksi apakah seseorang sedang berbohong atau tidak.

Melansir laman Fraud Magazine, Jumat (20/7/2018), terdapat penelitian yang dilakukan oleh seorang instruktur di Akademi FBI, Susan Adams. Dia mempelajari bahasa dan pilihan kata untuk mengetahui apa maksud sesungguhnya di balik kalimat yang disampaikan seseorang. Apakah seseorang tersebut jujur atau tidak.

Berikut 10 tanda kebohongan yang dapat Anda tilik:

1. Mengurangi Referensi Diri

Orang yang sedang berusaha berbohong terbiasa mengurangi referensi diri atau kata ganti "saya" saat mengungkapkan sebuah pernyataan atau menjelaskan sebuah pertanyaan.

Berdasarkan penelitian, orang yang jujur akan memperkaya referensi dirinya bila dibandingkan dengan orang yang sedang berbohong dalam penjelasannya.

Orang jujur akan memilih mengatakan "Saya membiarkan brankas tidak terkunci," sedangkan yang berusaha memanipulasi akan mengurangi referensi diri menjadi "Brankas itu dibiarkan tidak terkunci."

2. Kata Kerja

Orang yang jujur ​​biasanya menggambarkan peristiwa sejarah dalam bentuk lampau. Sedangkan, orang yang berbohong terkadang mengacu pada peristiwa masa lalu, tapi digambarkan seolah-olah terjadi di masa sekarang.

 

 

 

 

2 of 2

Sering Mengelak

Ilustrasi alat pendeteksi kebohongan
Ilustrasi alat pendeteksi kebohongan (iStock)

3. Menjawab Pertanyaan dengan Pertanyaan

Orang yang berbohong biasanya akan mengurangi risiko terdeteksi. Sehingga, saat seorang penipu atau pembohong diajukan pertanyaan, maka mereka akan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Pembohong akan mengatakan, "Kenapa aku mencuri dari kakakku sendiri?" dibandingkan menjawab atau menjelaskan pertanyaan.

4. Melakukan Pengelakan

Pernyataan yang tidak jelas, seperti pikirkan, tebak, mungkin, kira-kira, dan ekspresi ketidakpastian memungkinkan seorang pembohong untuk memodifikasi pernyataannya. Hal itu dilakukan untuk memberi penjelasan tanpa bertentangan dengan pernyataan aslinya.

5. Bersumpah

Pembohong akan berusaha keras untuk meyakinkan pernyataan atau dalihnya. Sehingga, orang lain akan menganggap benar pernyataannya. Biasanya, seseorang yang sedang berbohong akan mengucapkan kata sumpah yang ringan, seperti "karena Tuhan adalah Saksiku," dan "Aku bersumpah."

Penulis: Jihan Khalda Fayruz

Lanjutkan Membaca ↓