Tanpa Sandal, Ibadah Jemaah Haji Bisa Kacau

Oleh Liputan6.com pada 19 Jul 2018, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Jul 2018, 14:00 WIB
Ini deretan sandal favorit anak laki-laki generasi 90-an yang sudah mulai langka.
Perbesar
(Sumber Piero Indonesia)

 

Liputan6.com, Jakarta Tim Promotif Preventif (TPP) menemukan calon jemaah haji yang keluar dari pondokan menuju Masjid Nabawi tidak menggunakan alas kaki.

Kepada anggota jemaah ini, TPP memberikan sandal agar jemaah terhindar dari luka bakar di bagian kaki akibat panas. 

Calon jemaah haji dari embarkasi Lombok ini mengaku tidak biasa memakai sandal dalam kesehariannya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusuf Singka mengatakan bahwa tahun ini Kementerian Kesehatan menyiapkan 20.400 sandal yang akan dibagikan gratis bagi jemaah yang kehilangan atau tidak membawa sandal. 

Mekanisme pembagian sandal adalah melalui tim kesehatan haji Kemenkes yang bertugas di sekitar masjid.

“Tim kesehatan membagikan sandal apabila menemui jemaah yang jalan tanpa alas kaki. Setiap petugas jika keluar harus membawa dua pasang sandal dan segera memberikan secara gratis apabila menemui jemaah tanpa alas kaki,” ucap Eka.

Menurut Eka, suhu panas di Madinah dan Makkah dapat menyebabkan kaki jemaah melepuh dan luka. Bila sudah terjadi seperti ini jemaah tidak bisa beribadah ke masjid karena sulit berjalan kaki dari pondokan. 

“Jangan sampai karena tidak pakai sandal 10 menit, sakitnya bisa 5 hari. Bisa hilang kesempatan ibadah arbain di Masjid Nabawi nantinya,” kata Eka. 

Untuk itu, Eka mengingatkan agar jemaah haji patuh kepada arahan petugas kesehatan untuk menggunakan sandal. 

“Seluruh jemaah haji harus membawa sandal masuk ke dalam masjid dalam kantong plastik yang sudah disediakan. Jika kelupaan menaruh, maka bisa fatal akibatnya,” tambah Eka.