8 Fakta Menstruasi yang Penting Diketahui Pria

Oleh Nilam Suri pada 29 Jun 2018, 23:00 WIB
Diperbarui 29 Jun 2018, 23:00 WIB
Ilustrasi darah menstruasi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Wanita mengalami menstruasi setiap bulan, fakta ini tentu sudah diketahui pria. Tapi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh wanita saat itu, dan apa hubungannya dengan kehamilan dan kehidupan seks wanita. Hal ini, masih jarang dipahami pria.

Seperti segala sesuatunya tentang wanita, menstruasi bukanlah sesuatu yang simpel. Ada banyak hal yang terjadi di baliknya. Dan walaupun pria tidak akan mengalami menstruasi, ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari mengetahui tentang siklus wanita ini.

Melansir Men's Health, Jumat (29/6/2018) inilah delapan hal yang para pria harus ketahui tentang menstruasi wanita:

1. Bukan hanya sekedar darah

Para wanita tentu saja sudah tahu tentang hal ini, tapi kebanyakan pria tidak tahu apa saja yang terjadi saat wanita menstruasi.

Setiap bulan, endometrium, atau dinding rahim wanita mengalami peluruhan. Selama siklus menstruasinya, dinding ini akan menebal untuk mempersiapkan diri menerima telur yang sudah dibuahi.

Jika pembuahan tidak terjadi, tubuh wanita tidak akan membutuhkan jaringan ekstra tadi. Jaringan ekstra inilah yang diluruhkan saat menstruasinya, yang biasanya berlangsung selama 2-7 hari.

2. Pengaturan waktu bisa meningkatkan potensi kehamilan

Pelajaran biologi dasar: Untuk bisa hamil, telur wanita harus bertemu dengan sperma pria. Hal ini hanya bisa terjadi pada saat ovulasi, yaitu ketika telur lepas bebas dari ovarium.

Kapan tepatnya seorang wanita berovulasi tergantung pada panjang siklusnya, atau banyaknya hari di antara periode menstruasinya. Jika wanita pasangan Anda memiliki rata-rata 28 hari antara menstruasinya, dia biasanya akan berovulasi pada hari ke-14.

Namun, telur wanita bisa bertahan hidup sampai 48 jam sampai setelah ovulasi, dan sperma bisa bertahan hidup selama 72 jam setelah ejakulasi. Demikian penjelasan Linda Bradley, M.D., direktur dari Fibroid and Menstrual Disorders Center di Cleveland Clinic.

Jadi, jika seorang wanita berovulasi pada hari ke-14, dia masih bisa hamil setelah berhubungan seks pada hari ke-11 sampai hari ke-16.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

 

2 dari 4 halaman

3. Wanita bisa tentap bisa hamil saat menstruasi

Kehamilan - test pack (iStock)
Ilustrasi kehamilan (iStockphoto)

Pernah mendengar bahwa berhubungan seks saat wanita menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan? Itu hanyalah mitos, karena menurut Nathaniel DeNicola, M.D., seorang obstetrician dan gynecologist dari Penn Medicine, tidak semua wanita memiliki siklus yang teratur.

Seorang wanita dengan siklus yang pendek, misalnya, bisa langsung berovulasi lansung setelah dia selesai menstruasi. Jadi ketika Anda berdua berhubungan seks pada hari terkhir menstruasinya, kemungkinannya sperma Anda akan berada cukup lama sampai telurnya dilepaskan. Yang tentunya, dapat menyebabkan kehamilan.

Belum lagi, jika siklusnya tidak teratur, wanita bisa kesulita membedakan hari pertama menstruasinya dengan spotting (bercak darah) yang biasa terjadi saat seorang wanita berovulasi. Dan, jika Anda berhubungan seks pada periode ini, artinya dia justru sedang subur-suburnya.

Secara garis besar: Jika Anda belum ingin menjadi ayah, gunakanlah alat kontrasepsi setiap kali Anda dan pasangan berhubungan seks, bahkan walaupun pasangan sedang menstruasi sekalipun.

4. Wanita masih bisa "menstruasi" dan tetap hamil

"Bukannya tidak mungkin untuk mengalami menstruasi, pada saat dia meluruhkan dinding rahimnya, sekaligus mengalami kehamilan pada waktu yang sama," ujar Dr. DeNicola. "Tapi, sangatlah mungkin untuk melihat bercak darah (spotting), yang mungkin terlihat seperti darah menstruasi, saat kehamilan."

Menurut suatu penelitian pada tahun 2012 di Cina, 24 persen wanita dilaporkan mengalami pendarahan pada trimester pertama mereka. Ini bisa disebabkan oleh penanaman telur yang sudah dibuahi pada rahim, atau perubahan hormon sehubungan kehamilan.

Namun, hal tadi juga bisa menandakan sesuatu yang lebih serius, seperti masalah pada plasenta, atau tanda keguguran, jelas Dr. DeNicola.

3 dari 4 halaman

5. Kram memang benar-benar menyakitkan

Menstruasi
Sering uring-uringan saat tubuh menstruasi? Hindari jenis makanan ini. (Foto: Istockphoto)

Suatu penelitian dari Italia menemukan, lebih dari 80 persen wanita muda melaporkan mengalami keram saat menstruasi. Dan kira-kira satu dari tiga wanita mengalami rasa sakit yang sangat hebat sampai-sampai mereka tidak bisa bekerja atau keluar rumah.

Ketika menstruasi seorang wanita dimulai, level suatu zat kimia yang bernama prostaglandin, meningkat, ujar Dr. Bradley. Hal ini bertujuan untuk membantu rahim berkontraksi untuk meluruhkan dindingnya.

Namun, hal tadi juga menyebabkan keram--yang biasanya terasa seperti rasa sakit akibat tertusuk secara terus-menerus--yang menyebar dari perut bagian bawah, menuju punggung dan paha.

Hal ini bisa membuat wanita merasa sangat-sangat tidak nyaman dan kesakitan.

6. PMS itu nyata

Jika tiba-tiba wanita Anda menjadi lebih pemarah, cobalah menghindari membuat lelucon sehubungan dengan sindrom pra menstruasi (PMS). Sindrom pra menstruasi biasanya terjadi kira-kira satu minggu sebelumnya, dan bisa membuat wanita merasa "berantakan".

Para peneliti tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab PMS, tapi sepertinya hal ini berhubungan dengan meningkat drastisnya kadar hormon estrogen dan progesteron di tubuh.

Beberapa wanita bisa jadi sangat sensitif pada perubahan ini, kata Dr.DeNicola. Sehingga, mereka biasanya mengalami simptom yang berhubungan dengan PMS: kelelahan, perubahan suasana hati, nafsu makan meningkat, payudara lebih sensitif, keram, pegal-pegal, dan gelisah.

PMS berbeda dengan premenstrual dysphoric disorder (PMDD), suatu kondisi yang seperti PMS namun jauh lebih parah.

Wanita dengan PMDD bisa mengalami depresi, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, atau perubahan pola tidur yang bisa mempengaruhi kehidupan mereka. Jika dia mengalami simpton ini, ajaklah dia untuk berkonsultasi ke dokter.

4 dari 4 halaman

7. Ovulasi bisa meningkatkan gairahnya

Orgasme - masturbasi (iStock)
Ilustrasi orgasme wanita (iStockphoto)

Menurut suatu penelitian di Kanada, wanita berfantasi seksual lebih sering ketika mereka berovulasi dibanding periode lainnya pada siklus mereka--dan mereka dilaporkan juga merasa lebih terangsang akibat fantasi tadi.

Hal ini karena, pada saat ovulasi, otak wanita mengirimkan sinyal untuk menstimulasi ovariumnya agar bersiap melepaskan telur. Kadar hormon pelutein dan hormon penstimulasi folikelnya berada pada titik tertinggi.

Perubahan hormon ini membuat wanita jadi sangat mudah terangsang, ujar Brett Worly, M.D., seorang asisten profesor obstetrics and gynecology di Ohio State University.

8. Menstruasi bisa membuatnya tak ingin bercinta--atau jadi sangat ingin

Ketika menstruasinya dimulai, kadar hormon estrogen dan progesteron--yang dikaitkan dengan simptom PMS seperti suasana hati buruk, senewen, dan payudara sensitif--menurun. Hasilnya, suasana hati wanita biasanya jadi lebih baik.

Tapi bukan berarti dia lantas siap bermain di ranjang bersama Anda. Keram bisa membuat seks jadi terlihat sangat tak menarik, belum lagi masih ada stigma sosial tentang bercinta saat menstruasi. Mereka juga bisa berasumsi Anda tidak akan nyaman melakukannya, atau mereka sendiri yang merasa tidak nyaman untuk bercinta.

Namun, bagi beberapa wanita lain, gairah seksual mereka justru melonjak pada periode ini. "Organ pelvisnya bisa jadi lebih sensitif karena meningkatnya aliran darah pada waktu ini," ujar Dr. Worly.

 

Lanjutkan Membaca ↓