Sehatkah Pria Kencing sambil Duduk?

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 20 Jun 2018, 12:30 WIB
Ilustrasi Toilet

Liputan6.com, Jakarta Buang air kecil atau kencing sambil berdiri mungkin karunia terbesar yang diberikan pada pria. Walau begitu, akhir-akhir ini kebiasaan buang air kecil sambil duduk sepertinya banyak dilakukan kaum Adam.

Mengutip Men's Health Australia pada Rabu (20/6/2018), data terakhir yang dilaporkan tentang fenomena ini, dari 2007 ada 42 persen pria yang sudah menikah kencing sambil duduk. Kemungkinan besar hal tersebut dilakukan untuk menghindari tetesan air seni di toilet serta menjauhkan dari kemungkinan istri marah.

"Ide kencing dengan cara duduk itu menarik," ujar Jesse N. Mills, Associate Clinical Professor di UCLA Department of Urology, Amerika Serikat ketika berbicara dengan Thrilist.

"Tidak ada yang mengalahkan perasaan menyenangkan ketika bisa mengeluarkan urine sepenuhnya," katanya.

Secara sepintas, mungkin pria tidak melihat manfaat buang air kecil dengan posisi duduk. Namun, cara ini lebih menyehatkan daripada kencing sambil berdiri.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 of 2

Memengaruhi otot

Ilustrasi Toilet
Pipis sambil duduk ternyata lebih disarankan untuk pria (iStockphoto)

Menurut penelitian dari Leiden University Medical Centre di Belanda, buang air kecil dengan cara duduk lebih memungkinkan aliran urine lebih kuat dan membantu mencegah masalah prostat.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketika seseorang berdiri, otot-otot di sekitar perut bagian bawah, panggul, dan tulang belakang mencegah buang air kecil dengan tepat.

"Duduk adalah pilihan yang lebih baik untuk pria dengan masalah prostat atau pria yang tidak bisa berdiri untuk waktu yang lama," ujar Mills.

"Banyak pria yang harus buang air kecil duduk jika mereka tidak bisa sepenuhnya mengosongkan kandung kemih mereka. Ketika Anda duduk, otot perut akan digunakan lebih banyak," katanya.

Studi di Belanda tersebut mengatakan bahwa masalah lebih lanjut yang timbul dengan kencing berdiri bisa muncul apabila laki-laki melibatkan otot-otot ekstra ketika berada di toilet.

Beberapa negara seperti Jepang dan Swedia sudah secara aktif mendorong laki-laki mereka untuk buang air kecil dengan posisi duduk.

Lanjutkan Membaca ↓