7 Karakteristik Orang Jepang yang Unik dan Menarik

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 11 Jun 2018, 06:30 WIB
Diperbarui 11 Jun 2018, 06:30 WIB
6 Penemuan Genius yang Hanya Eksis di Jepang
Perbesar
Orang Jepang memiliki karakteristik yang unik (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Terkenal karena budayanya, Jepang juga populer akan karakteristik orang-orangnya. Cara hidup mereka yang sangat unik membuat orang-orang Jepang terlihat sangat menarik.

Identitas inilah yang membedakan mereka dengan orang-orang dari negara lain. Bahkan, ada beberapa karakteristik baik yang bisa kita tiru di dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip Indiatimes pada Senin (11/6/2018), berikut ini tujuh karateristik yang membuat orang Jepang itu unik dan menarik.

1. Tepat waktu

Orang-orang dan seluruh sistem yang ada di Jepang memiliki rasa hormat tinggi pada disiplin dan tepat waktu. Kereta api serta transportasi publik lain seperti bus juga sangat tertib soal hal ini.

Bahkan, sebuah perusahaan kereta api di sana pernah mengeluarkan permintaan maaf pada publik hanya karena berangkat lebih cepat 25 detik dari jadwal.

Selain itu, perusahaan kereta api juga mengeluarkan slip permintaan ijin terlambat bagi para penumpang yang terkena imbas akibat keterlambatan mereka agar bisa ditunjukkan pada atasannya.

2. Pekerja yang lebih keras

Orang Jepang terus berusaha menghormati tugas apapun yang mereka lakukan, terutama yang terkait dengan pekerjaan. Hal ini diungkapkan dalam istilah "karoshi" yang sering digunakan untuk menggambarkan sikap mereka terhadap pekerjaan yang berarti "mati karena terlalu banyak pekerjaan."

Sehingga, normal apabila melihat orang Jepang bekerja jauh lebih lama daripada yang diharapkan. Bahkan, tidur siang di kantor adalah hal yang biasa.

Saksikan juga video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Tekun dan sopan

Ilustrasi wanita Jepang (iStockphoto)
Perbesar
Orang Jepang yang tekun dan sopan dalam hidup (iStockphoto)

3. Sangat tekun dalam pekerjaan

Mereka begitu tekun dalam bekerja hingga terkadang banyak yang tidak libur.

Tenaga kerja di sana menghabiskan hampir 200 sampai 400 jam lebih banyak untuk bekerja, daripada di negara seperti Jerman dan Prancis. Hal ini berimbas pada hilangnya libur tahunan di Jepang hingga 17 persen karena banyak orang tidak menggunakannya.

Bahkan, dalam sebuah kejadian akhir-akhir ini meskipun supir bus dalam masa demonstrasi, mereka tetap bekerja namun menolak bayaran dari penumpang. Hal ini membuat perusahaan rugi namun tidak merugikan penumpang. Bagaimana kalau di Indonesia ?

4. Sangat sopan

Salah satu cara menyapa orang Jepang yang paling terkenal adalah dengan membungkuk satu sama lain. Tidak cuma sekali bahkan bisa tiga kali.

Sopan dalam bahasa Jepang disebut "reigi tadashii". Di masa modern, selain untuk menyapa, berterima kasih, dan meminta maaf, membungkuk juga bisa digunakan untuk menyampaikan perasaan hormat, penghargaan, serta penyesalan.

Rendahnya membungkuk pun juga tergantung dari pesan yang ingin disampaikan.

 

3 dari 3 halaman

Bersih dan sehat

Kota Osaka Jepang
Perbesar
Suasana Kota Osaka, Jepang (iStockphoto)

5. Kebersihan sebagai sebuah budaya

Sekolah-sekolah di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan. Para murid dan guru terbiasa membersihkan segala sesuatunya sendiri. Mereka membuang sampah, menyapu, hingga menyeka debu di bangunan sekolah paling tidak sekitar 30 menit di siang hari.

Kebiasaan ini sudah tertanam dalam sistem nilai mereka. Tidak hanya itu, semua pekerja termasuk penjaga toko pun juga sangat menjunjung tinggi kebersihan.

Mereka juga terobsesi menjaga kebersihan lingkungannya.

6. Lebih sehat karena cara mereka mengkombinasikan makanan

Nasi merupakan salah satu makanan pokok mereka. Namun hal itu tentu kurang mengenyangkan, kurang bergizi, dan berat kalori. Sehingga, orang Jepang mencampur nasi dengan makanan lain seperti ikan, sayuran, makanan yang difermentasi, dan buah-buahan.

Selain itu, cara makan mereka juga mencegah makan berlebihan dan menghilangkan kadar glikemik tinggi.

7. Gaya hidup aktif

Orang-orang di Jepang menjalani gaya hidup yang sangat aktif sejak kecil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 89 persen anak di Jepang berjalan atau bersepada ke sekolah.

Ini membuktikan bahwa anak-anak Jepang memiliki paling tidak 60 menit aktivitas fisik sedang hingga tinggi.

Selain itu, orang-orang di Jepang terbiasa berjalan kemana-mana bahkan sampai tiga hingga lima kilometer. Penggunaan mobil dilihat sebagai kemewahan atau hobi.

Lanjutkan Membaca ↓