Cegah Serangan Jantung dengan Sebutir Telur Sehari

Oleh Melly Febrida pada 30 Mei 2018, 08:30 WIB
Diperbarui 01 Jun 2018, 08:13 WIB
20151013-Ilustrasi-Serangan-Jantung

Liputan6.com, Jakarta Serangan jantung, yang juga dikenal sebagai infark miokard, merupakan gejala penyakit jantung koroner. Namun, kini ada cara menurunkan risiko penyakit jantung. Anda cukup mengonsumsi sebutir telur sehari.

Makan telur sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 12 persen, seperti diungkapkan ilmuwan Tiongkok. Selain itu, risiko stroke hemoragik juga bisa turun sekitar 26 persen dengan menambahkan telur ke makanan harian Anda.

Secara total, orang yang makan hanya satu butir telur sehari bisa menurunkan risiko kematian penyakit kardiovaskular sebanyak 18 persen.

"Penelitian ini menemukan ada hubungan antara tingkat konsumsi telur yang moderat [hingga 1 telur per hari] dan tingkat kejadian jantung yang lebih rendah," katanya seperti dilansir Express, Rabu (30/5/2018).

"Telur adalah sumber kolesterol diet, dan mengandung protein berkualitas tinggi," kata para ilmuwan. Telur juga kaya akan vitamin dan senyawa bioaktif, termasuk fosfolipid dan karotenoid.

Profesor Nita Forouhi, dari unit epidemiologi Dewan Riset Medis di Universitas Cambridge, juga mengatakan untuk menurunkan risiko serangan jantung dan penyakit jantung, Anda harus makan makanan yang sehat dan seimbang.

"Pesan yang dari penelitian ini adalah setidaknya satu telur per hari tidak terkait dengan peningkatan risiko kardiovaskular, dan paling baik satu telur sehari dapat bermanfaat untuk kesehatan," kata Profesor Forouhi,

Menurutnya, peneliti telah memperhitungkan banyak perilaku diet dan hal lainnya dalam analisis mereka, tetapi penting untuk menekankan untuk tidak menghindari makan telur

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 of 2

Gejala serangan jantung

20151013-Ilustrasi-Serangan-Jantung
Ilustrasi Serangan jantung (iStockphoto)

Menurut NHS, serangan jantung adalah keadaan darurat medis serius yang membutuhkan perawatan segera. Kondisi ini disebabkan suplai darah ke jantung terhambat.

Gejala serangan jantung termasuk nyeri dada, perasaan pusing, dan kesulitan bernapas. Pasien tekanan darah tinggi lebih berisiko mengalami serangan jantung.

Ada cara lain untuk mengurangi risiko serangan jantung, yakni berolahraga. Selain itu. Anda harus makan makanan rendah lemak dan berserat tinggi, termasuk gandum utuh dan banyak buah dan sayuran segar, kata NHS.

Jika Anda seorang perokok, berhenti merokok akan membantu mencegah serangan jantung.

Lanjutkan Membaca ↓