5 Langkah Mengasuh Kids Zaman Now dengan Mindful Parenting

Oleh Liputan6.com pada 28 Mei 2018, 07:30 WIB
Diperbarui 28 Mei 2018, 07:30 WIB
Anak introver alias tertutup (iStockphoto)
Perbesar
Dalam mindful parenting Orangtua diajak untuk sadar bahwa mendidik anak itu dari dalam. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Ada tantangan tersendiri ketika mendidik dan mengasuh kids zaman now. Orangtua harus memiliki bekal yang cukup ketika membesarkan anak di era yang serba digital seperti sekarang. Mommy Marlisa Tenggara dari Babyologist mengadopsi pola asuh Mindful Parenting. Seperti apa? Simak selengkapnya.

Sharing ini saya kutip dari Ibu Melly Amaya Klong (Praktisi Mindful Parenting Founder eMKa)

Mindful parenting adalah pola asuh yang berkesadaran, jadi segala didikan yang kita berikan itu kita lakukan dengan sadar. Orangtua diajak untuk sadar bahwa mendidik anak itu dari dalam. Ada 5 dimensi dalam Mindful Parenting yang dijabarkan oleh Ibu Melly.

Mendengarkan

Mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati. Ini harus menjadi dasar pola parenting kita. Dalam arti, ketika anak berbicara, kita harus mendengar dengan penuh perhatian dan ketika kita berbicara juga betul-betul kita menghadirkan diri kita sehingga kita terkonsentrasi dan sadar bahwa diri kita dihadapannya. Dengan begini, kita dapat memperhatikan wajahnya, mendengarkan intonasinya, dan melihat mimiknya. Sehingga kita paham apa sih yang sedang terjadi dengan anak kita. Jadi bukan ngomong sambil liat handphone atau nonton kasarnya. 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tidak menghakimi

Anak menangis mogok sekolah (iStockphoto)
Perbesar
Mindful parenting berusaha untuk tidak menghakimi anak. (iStockphoto)

Tidak Menghakimi

Berusaha untuk tidak berusaha memberikan label pada anak kita. Tidak juga terlalu menuntut sebuah kesempurnaan dari mereka. Artinya, kita tidak perlu selalu melihat sisi yang kurangnya tapi lihat sisi baiknya mereka.

Pengendalian diri

Dimana kita sadar bahwa sesuatu masalah terjadi, tidak ada gunanya diselesaikan dengan emosi. Nah pertanyaannya adalah, bagimana supaya bisa mengendalikan emosi itu? Caranya adalah melakukan dimensi 1 dengan benar yaitu mendengarkan mereka dan dimensi 2 yaitu tidak menghakimi dengan kata-kata kita.

Adil dan Bijaksana

Orang tua diajak untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak, bukan apa yang diinginkan. Ketika kita mengikuti semua yang diinginkan maka tidak akan selesai dan tidak dapat mendidik mereka. Namun, kita dapat memutuskan secara adil dan bijaksana apa yang dibutuhkan, mana yang boleh dan mana yang tidak untuk diberikan.

Welas Asih

Ketika kita menunjukkan kasih, anak akan lebih melihat hak hidupnya sehingga dapat lebih menghargai manusia atau orang lain.

Semoga bermanfaat.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya