Kotoran Telinga Menumpuk, Wanita Ini Jadi Tuli

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 19 Mei 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2018, 13:00 WIB
Kotoran telinga

Liputan6.com, Jakarta Kotoran telinga yang menumpuk membuat seorang wanita "tuli" di salah satu telinga. Wanita tersebut kemudian mendatangi klinik pendengaran di Leicestershire, Inggris, untuk mengeluarkan kotoran tersebut.

Wanita itu mendatangi tempat yang tepat karena di situlah lokasi ahli audiologi Neel Raithatha berpraktik sebagai "Wax Whisperer" atau "Si Penjinak Kotoran Telinga".

Proses mengeluarkan kotoran telinga yang juga menyebabkan infeksi jamur pada telinga wanita itu direkam oleh Raithatha dan diunggah ke situs berbagi video.

Rupanya, kotoran yang memenuhi telinga sang wanita amat besar, sehingga membuatnya tak lagi bisa mengenakan alat bantu dengar yang biasa dipakai. Suara yang dihantarkan alat bantu itu tak ubahnya siulan dan jeritan baginya.

"Tidak mungkin untuk dia keluarkan sendiri," ujar Raithatha.

"Alat bantu dengar yang dipakai klienku itu bisa menyebabkan penumpukan kotoran telinga karena alat itu mencegah keluarnya kotoran telinga secara alami," jelas Raithatha. 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Infeksi jamur di telinga

Kotoran Telinga
Ilustrasi kotoran telinga. (iStockphoto)

Selain itu, pasien Raithatha juga memiliki infeksi jamur telinga, otomycosis yang berkembang pada kulit mati dan kotoran telinga. "Dia juga mengalami otitis externa di saluran ear canal dan gendang telinga," lanjut Raithatha, melansir laman New York Post, Sabtu (19/5/2018).

Menurut penjelasan Raithatha, otomycosis biasanya menyebabkan keluarnya cairan, peradangan, serta kerak di saluran telinga dan nyeri parah.

"Otomycosis biasanya terjadi di iklim panas dan lebih sering dialami orang yang rutin berenang dan punya diabetes," ujar Raithatha.

Kondisi telinga yang terinfeksi juga memunculkan bau tak sedap. Raithatha memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk mengeluarkan kotoran itu secara lembut dan perlahan.

"Aku harus melakukannya dengan berhati-hati ketika mengelupas kulit mati yang terinfeksi di saluran dan gendang telinga," ucapnya.

Raithatha sangat puas bisa membantu kliennya yang sebelumnya merasa depresi karena kehilangan pendengaran. Namun, wanita itu masih perlu menemui dokter untuk mengobati infeksi jamurnya.

Lanjutkan Membaca ↓