Waspada, Anak Mudah Terpapar Paham Radikalisme Lewat Medsos

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 16 Mei 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2018, 12:00 WIB
Media Sosial
Perbesar
Anak mudah terpapar paham radikalisme di media sosial (medsos). (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan gawai oleh anak-anak bisa membuka peluang anak terpapar paham radikalisme. Gawai memudahkan anak mengakses media sosial (medsos). Sementara, konten yang mengandung unsur radikalisme mudah menyebar melalui medsos. 

Paham radikalisme lewat medsos termasuk salah satu modus yang seringkali dipilih jaringan teroris, terlebih lagi yang menyasar anak-anak.

Dalam sesi konferensi pers kejahatan terorisme, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Anak Berhadapan Hukum (ABH), Putu Elvina, menegaskan keterkaitan paparan radikalisme di medsos pada anak.

"Yang paling rentan itu anak terpapar paham radikalisme di medsos. Aspek medsos ini sangat mengerikan. Anak gampang mengakses internet. Mereka bahkan bisa mencari sendiri konten-konten radikal di medsos," tegas Putu di Kantor KPAI, Jakarta, ditulis Rabu (16/5/2018).

Pengasuhan yang kurang maksimal dari keluarga makin membuat anak termakan paham radikalisme. Apalagi tidak adanya pantauan orangtua terhadap konten yang diakses anak. Anak semakin tidak tahu, mana konten yang benar dan salah di medsos.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Adukan konten terorisme

Radikalisme
Perbesar
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) buat laman pengaduan konten negatif. (Twitter aduankonten)

Terkait dengan konten radikalisme dan terorisme yang menyebar di medsos, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru saja membuat laman pengaduan.

Pengaduan tidak hanya menyangkut kasus radikalisme dan terorisme, melainkan konten berita bohong, pornografi, ujaran kebencian, kekerasan, serta hal-hal kriminal lainnya (kekerasan, malware, dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual).

Pengumuman laman aduan tersebut diunggah pada Senin, 14 Mei 2018 lewat akun Twitter @aduankonten.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya