Habiskan 30 Ribu Burger, Pria Ini Akui Tak Punya Masalah Kesehatan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 07 Mei 2018, 10:30 WIB
Diperbarui 09 Mei 2018, 10:13 WIB
Roti Burger

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria asal Wisconsin, Amerika Serikat, memiliki pola makan yang "mengerikan". Sekalipun sudah mendapatkan rekor dunia karena berhasil mengonsumsi 30 ribu burger Big Mac, ia masih belum puas.

Pria tersebut, Don Gorske, mengatakan bahwa dirinya telah memakan burger ukuran besar dengan dua roti daging sapi, saus khusus, selada, keju, acar, dan bawang pada roti biji wijen tersebut selama 46 tahun terakhir.

Di usianya yang berusia 64 tahun itu, dia mengatakan hanya ingin makan burger dari sebuah restoran cepat saji tersebut lebih banyak lagi.

"Saya suka rotinya, saya suka sausnya, saya merasa tidak pernah cukup," kata Gorske seperti dilansir dari New York Post pada Senin (7/5/2018).

Setiap harinya, Gorske mengonsumsi dua burger Big Mac.

"Saya berusaha mencapai 40 ribu. Itu akan menghabiskan 14 tahun lagi," kata pensiunan sipir penjara itu.

Gorske mulai dikenal pada 2004, setelah ditampilkan dalam film dokumenter berjudul Super Size Me. Dia memiliki obsesi pada roti yang mengandung 563 kalori itu.

Namun, dia mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan tak punya masalah kesehatan apa pun.

"Saya sehat seperti kuda. Berat saya 190 pon (86 kilogram) dan kolesterol saya 165. Saya lebih baik dari rata-rata," katanya.

Simak juga video menarik berikut ini:

2 of 2

Membayar seperti Orang Biasa

Roti Burger
Ilustrasi Foto Roti Burger (iStockphoto)

Sejak 17 Mei 1972, Gorske  terus menyimpan kuitansi pembelian untuk membuktikan kebiasaannya tersebut. Ini membuatnya dihadiahi rekor dunia oleh Guinness pada 2016, ketika dirinya menghabiskan burgernya yang ke-28.788.

Gorske mengaku tidak mendapatkan bayaran apa pun dari restoran cepat saji tersebut. Dia membayar seperti orang pada umumnya.

Bahkan, dia mengatakan 90 persen dari makanan yang dia konsumsi adalah burger. Sisanya, dia mengonsumsi paling tidak satu yogurt buah dari restoran tersebut dalam sehari.

Beberapa orang mengatakan bahwa dia menderita gangguan obsesif kompulsif.

"Itu bukan gangguan sama sekali. Makan Big Mac tidak memengaruhi kesehatan saya sejauh ini. Makan Big Mac adalah apa yang saya sukai," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓